BerandaBANUABanjarmasinTakziah ke Keluarga Guru yang Meninggal, Disdik Banjarmasin Pastikan Anak Almarhumah Jadi...

Takziah ke Keluarga Guru yang Meninggal, Disdik Banjarmasin Pastikan Anak Almarhumah Jadi Perhatian

LANGKAR.ID, BANJARMASIN – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin memberikan perhatian terhadap masa depan anak dari seorang guru yang meninggal dunia setelah mengalami asma di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Perhatian tersebut disampaikan saat Kepala Disdik Kota Banjarmasin, Ryan Utama, mengunjungi kediaman keluarga almarhumah di kawasan Sungai Andai, Jalan Padat Karya, Kompleks Herlina, Gang Zamrud, RT 55, Banjarmasin Utara.

Dalam kunjungan tersebut, Ryan menyampaikan belasungkawa sekaligus menyerahkan tali asih dari Disdik sebagai bentuk kepedulian kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Ulun sudah berkunjung ke rumah keluarga almarhumah guru. Ulun menyampaikan takziah dan amanah perhatian dari Bapak serta Dinas Pendidikan. Alhamdulillah, keluarga menerima dengan baik,” ujar Ryan, Kamis (8/6/2026).

Menurut Ryan, perhatian pemerintah tidak hanya ditujukan kepada keluarga dalam menghadapi duka, tetapi juga terhadap keberlangsungan kehidupan dan pendidikan anak almarhumah yang kini harus menjalani hari-hari tanpa ibunya.

Ia berharap keluarga diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut dan almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.

“Yang paling penting, kita ingin keluarga yang ditinggalkan, khususnya anak almarhumah, tetap mendapat perhatian. Mudahan-mudahan ke depannya kebutuhan dan pendidikannya tetap bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Ryan mengatakan, Disdik akan berupaya memastikan kebutuhan anak almarhumah tetap menjadi perhatian sesuai kewenangan dan program yang dapat difasilitasi pemerintah.

Termasuk apabila keluarga menghadapi kendala dalam mengurus hak-hak almarhumah, seperti klaim BPJS Ketenagakerjaan.

“Kalau ada kesulitan pengurusan dan administrasi, akan kita fasilitasi. Kita ingin keluarga tidak kesulitan dalam mengurus hak-hak yang memang menjadi bagian almarhumah,” tutur Ryan.

Di sisi lain, ujar Ryan meninggalnya guru tersebut juga menjadi bahan evaluasi bagi Disdik Banjarmasin dalam menghadapi kondisi karhutla dan paparan asap yang dapat berdampak terhadap kesehatan warga satuan pendidikan.

Ryan menegaskan sekolah perlu memberikan perhatian khusus kepada siswa maupun guru yang memiliki kerentanan terhadap penyakit pernapasan.

“Ini juga menjadi perhatian dan evaluasi kita. Dalam masa karhutla ini, sekolah harus memitigasi warga satuan pendidikan yang rentan dengan penyakit pernapasan. Kalau memang kondisinya tidak memungkinkan, mudahan mereka tetap di rumah,” jelasnya.

Ia menilai langkah mitigasi penting dilakukan agar kejadian serupa tidak menimbulkan risiko kesehatan yang lebih besar bagi warga sekolah.

Kunjungan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bentuk belasungkawa, tetapi juga memastikan keluarga, khususnya anak almarhumah, tidak merasa berjalan sendiri dalam menghadapi kondisi setelah kehilangan orang tua. (L212)

 

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

BACA JUGA