BerandaBANUABanjarmasinGubernur Muhidin Kembali Ikut Turun Langsung Padamkan Bara Api di Lahan Gambut

Gubernur Muhidin Kembali Ikut Turun Langsung Padamkan Bara Api di Lahan Gambut

LANGKAR.ID, BANJARBARU — Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin terus memantau penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.

Ia bahkan turun langsung ke sejumlah titik untuk memastikan tim gabungan tidak hanya memadamkan api di permukaan, tetapi juga mengatasi bara yang masih bertahan di bawah lapisan gambut.

Muhidin meninjau tiga lokasi Karhutla pada Senin (5/10/2026) sore. Lokasi tersebut meliputi kawasan Jalan Bandara Syamsudin Noor, Jalan Gubernur Syarkawi Lingkar Utara di sekitar RSJ Sambang Lihum, serta Guntung Damar.

Di kawasan Bandara Syamsudin Noor, Muhidin melihat langsung proses pemadaman yang dilakukan tim gabungan BPBD Kalsel, Satpol PP/Damkar Kalsel, dan Dinas PUPR Kalsel.

Tim tidak hanya menyemprotkan air. Mereka juga mengangkat dan membalik lapisan tanah untuk membuka gambut yang masih menyimpan bara.

Muhidin kemudian mengarahkan pola serupa di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi, Lingkar Utara, Kabupaten Banjar.

Di sekitar RSJ Sambang Lihum, ia meminta tim mengerahkan alat berat berupa ekskavator untuk membalik lapisan tanah gambut yang terbakar.

Langkah itu bertujuan membuka bara yang berada di bawah permukaan agar tim bisa membasahinya secara langsung.

Saat memasuki kawasan hutan yang terbakar, Muhidin menemukan asap masih keluar dari permukaan tanah. Di beberapa titik, api bahkan muncul dari balik lapisan gambut.

Tim kemudian menyemprotkan air untuk memadamkan bara yang kembali muncul.

Menurut Muhidin, Karhutla di lahan gambut membutuhkan penanganan khusus. Api tidak hanya membakar permukaan, tetapi dapat menjalar ke lapisan bawah hingga bagian akar.

“Kalau asapnya tinggi itu pasti ada apinya. Kalau asapnya sudah rendah berarti apinya sudah berkurang. Nah, ini memang perlu kita mengalami kembali di bawah-bawahnya, di akar-akarnya,” ujar Muhidin.

Muhidin juga mengingatkan masyarakat dan awak media yang berada di lokasi agar tidak lengah. Meski api di permukaan mulai berkurang, sejumlah titik tanah masih menyimpan panas.

“Ini kita menjejak di tanahnya, ini pun panas. Jadi hati-hati rekan-rekan media. Kalau masuk ke dalam, hati-hati, karena di dalam itu panas,” katanya.

Saat meninjau kawasan Syarkawi dan Guntung Damar, Muhidin melihat kebakaran hampir meluas di sejumlah titik yang didominasi lahan gambut.

Kondisi itu membuat bara berpotensi bertahan lebih lama meski tim sudah memadamkan api yang terlihat di permukaan.

Muhidin juga menilai metode penyuntikan air ke dalam tanah kurang efektif untuk kondisi lahan di lokasi tersebut.

Setelah tim membuka dan membalik lapisan gambut, mereka justru menemukan kandungan air cukup banyak di bagian bawah.

“Kalau penyuntikan, saya kira ini hampir tidak efisien lagi. Karena kita lihat ada beberapa lahan yang kita buka, kita balik, ternyata di bawah itu airnya banyak,” jelasnya.

Karena itu, Muhidin meminta tim mengubah pola pembasahan. Ia mengarahkan petugas menyemprotkan air dari permukaan secara berpindah-pindah agar air menyebar lebih merata.

“Lebih baik pembasahan di luar. Menembak ini kalau bisa setengah menit di satu titik, kemudian pindah lagi setengah menit, pindah lagi setengah menit, akhirnya airnya menyebar,” ungkapnya.

Muhidin menjelaskan, penyuntikan air ke dalam tanah dapat membuat air langsung turun ke lapisan bawah yang sudah mengandung air. Sementara bara masih menjalar di lapisan gambut di atasnya.

“Kalau kita suntik itu langsung turun ke bawah. Ternyata setelah kita suntik-suntik, airnya saat ini yang ada gambutnya itu di bawah gambut. Kalau kita balik gambutnya, ternyata di bawah itu airnya banyak,” katanya.

Menurutnya, keberadaan air di bawah lapisan gambut tidak otomatis memadamkan bara yang masih menjalar di lapisan gambut.

“Tidak ada fungsinya air yang di bawah itu untuk memadamkan api yang gambutnya ada, karena gambutnya ini terlalu menjalar,” pungkas Muhidin.

Dalam peninjauan tersebut, Muhidin didampingi Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Selatan Ronny Eka Saputra, Direktur RSJ Sambang Lihum Yuddy Riswandhy Noora, Kepala Dinas PUPR Kalsel M. Yasin Toyib, serta jajaran terkait. (L212)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

BACA JUGA