BerandaBANUABanjarmasinAir Laut Masuk Intake Sungai Bilu, Kadar Garam Tembus 1.233 PPM

Air Laut Masuk Intake Sungai Bilu, Kadar Garam Tembus 1.233 PPM

LANGKAR.ID, BANJARMASIN — Ancaman krisis air baku kembali membayangi layanan air bersih di Banjarmasin. Kemarau yang belum berakhir memicu intrusi air laut ke Intake Sungai Bilu, dengan kadar garam terpantau mencapai 1.233 PPM per liter.

Kondisi tersebut membuat PAM Bandarmasih harus mengambil langkah antisipasi dengan mengurangi pengoperasian pompa di IPA 1. Saat ini, hanya satu pompa yang dioperasikan, sementara air baku dari Sungai Bilu dicampur untuk menekan kadar garam yang tinggi.

Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi, menegaskan kondisi air baku saat ini masih berada dalam situasi darurat.

“Kita masih dalam keadaan darurat air baku, kemarau belum berakhir. Jadi kita harus bisa mensiasatinya dalam penggunaan air,” ujar Zulbadi.

Menurut Zulbadi, kadar garam di Sungai Bilu tidak berada pada angka yang konstan. Fluktuasi terjadi akibat dinamika pasang surut yang membuat kondisi PIN 1 dan PIN 2 bergantian.

Bahkan, kadar garam sebelumnya sempat menyentuh angka sekitar 2.000 PPM. Namun, saat ini berada di kisaran 1.000 PPM, dengan hasil pemantauan terbaru mencapai 1.233 PPM.

“Saat ini permasalahannya karena bervariatif, kadang PIN 1 dan kadang PIN 2, sehingga kadar garam alami fluktuatif. Kalau sebelumnya sampai dua ribuan, saat ini turun jadi seribuan,” jelasnya.

Ia menerangkan, kondisi PIN 2 membuat kadar garam cenderung lebih rendah dibandingkan PIN 1. Saat air pasang pertama mulai surut, kemudian kembali datang pasang dari bagian belakang, air menjadi tertahan sehingga memengaruhi konsentrasi kadar garam.

Namun, kondisi tersebut dapat berubah dengan cepat. Berdasarkan pemantauan PAM Bandarmasih, kadar garam mulai kembali meningkat sejak sekitar pukul 03.00 WITA ketika kondisi Sungai Bilu mulai surut.

Untuk menjaga kualitas air baku yang masuk ke proses pengolahan, PAM Bandarmasih melakukan strategi pencampuran air sekaligus membatasi jumlah pompa yang beroperasi.

“Kita melakukan mix air baku dari Sungai Bilu dan IPA 1 untuk bisa menetralisir kadar garam cukup tinggi,” katanya.

Kondisi ini menjadi sinyal bahwa kemarau masih memberikan tekanan terhadap ketersediaan air baku. Karena itu, PAM Bandarmasih meminta masyarakat tidak menganggap kondisi saat ini sebagai situasi yang sudah aman.Zulbadi mengimbau pelanggan mulai mengantisipasi kemungkinan gangguan pasokan dengan menghemat penggunaan air dan menyediakan cadangan di rumah.

“Pertama tentunya bijaklah dalam penggunaan air. Yang kedua, usahakan memiliki penampungan air di rumah masing-masing, baik dalam bentuk tandon maupun penampungan air lainnya,” pungkasnya. (L212)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

BACA JUGA