BerandaBANUABanjarmasinBanjarmasin Bidik Mantuil Jadi Pusat Industri Terpadu, Delapan Sentra IKM Disiapkan Lebih...

Banjarmasin Bidik Mantuil Jadi Pusat Industri Terpadu, Delapan Sentra IKM Disiapkan Lebih Terintegrasi

LANGKAR.ID, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin mulai mematangkan arah pengembangan kawasan industri dengan membidik Mantuil dan sekitarnya sebagai fokus kegiatan industri terpadu. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat daya saing industri kecil dan menengah (IKM) sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Rencana tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Penyebaran Perwilayahan Industri di Kota Banjarmasin yang digelar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) di Swiss-Belhotel Borneo Banjarmasin, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan dibuka Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR yang diwakili Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar. Hadir pula Sekretaris Disperdagin Kota Banjarmasin, Umar Rahmani, narasumber dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kalimantan Selatan serta Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan, bersama unsur perangkat daerah, akademisi, dan pelaku industri.

Ichrom mengatakan, Mantuil diproyeksikan menjadi kawasan yang difokuskan untuk pengembangan kegiatan industri. Namun, mewujudkan kawasan industri terpadu tersebut membutuhkan tahapan perencanaan serta dukungan berbagai pihak.

“Memang kita memiliki kawasan industri terpadu Mantuil. Kita berencana memfokuskan kegiatan industri di Mantuil dan sekitarnya. Sudah cukup banyak tahapan yang kita tempuh, meskipun tantangan untuk mewujudkan kawasan industri terpadu tersebut juga tidak sedikit,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan perwilayahan industri tidak bisa dilakukan hanya dengan mengandalkan perencanaan pemerintah. Diperlukan masukan dari pelaku usaha, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya agar kebijakan yang disusun sesuai dengan kebutuhan dan potensi industri di Banjarmasin.

Karena itu, FGD tersebut menjadi ruang untuk menghimpun gagasan dan rekomendasi sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan arah pengembangan industri, termasuk memperkuat keterkaitan antara kawasan industri dan sentra-sentra IKM.

“Harapannya, melalui kegiatan ini akan ada rekomendasi-rekomendasi yang dapat disampaikan kepada Pemerintah Kota Banjarmasin terkait perwilayahan industri. Kami juga berharap narasumber dapat memberikan saran dan masukan untuk memperkuat rekomendasi yang dihasilkan dari FGD ini,” tambah Ichrom.

Sementara itu, Sekretaris Disperdagin Kota Banjarmasin, Umar Rahmani, menegaskan bahwa salah satu fokus pembahasan adalah optimalisasi delapan sentra IKM yang tersebar di Kota Banjarmasin.

Menurut Umar, pengembangan sentra IKM perlu didukung strategi perwilayahan industri yang terarah dan terintegrasi. Dengan begitu, potensi industri lokal dapat dikembangkan secara lebih optimal, sementara kebijakan pemerintah dan kebutuhan pelaku usaha bisa berjalan selaras.

“Melalui FGD ini, kami ingin menghimpun berbagai masukan dan menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan untuk menyusun strategi penguatan perwilayahan industri serta optimalisasi delapan sentra IKM secara terpadu, sinkron, dan berkelanjutan,” jelas Umar.

Hasil diskusi tersebut diharapkan menjadi pijakan bagi Pemkot Banjarmasin dalam merumuskan strategi pengembangan industri ke depan. Selain mematangkan rencana kawasan industri terpadu Mantuil, penguatan delapan sentra IKM juga menjadi bagian penting untuk mendorong pertumbuhan industri lokal. (L212)

 

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

BACA JUGA