Langkar.id, BANJARMASIN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman Virus Nipah, meskipun hingga saat ini belum ada laporan kasus positif, baik secara nasional maupun di wilayah Banjarmasin.
Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang termasuk dalam kategori emerging disease dan diketahui berasal dari hewan, terutama kelelawar pemakan buah. Virus ini dapat menular ke manusia melalui berbagai jalur.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Banjarmasin, Emma Arisnawati, menyebutkan bahwa penularan dapat terjadi akibat kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, paparan cairan tubuh penderita, maupun konsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi.
“Walaupun belum ada kasus, masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan karena cara penularannya cukup luas,” kata Emma, Minggu (8/2/2026).
Emma menjelaskan, masa inkubasi Virus Nipah berkisar antara 4 hingga 14 hari. Gejala awal yang biasanya muncul meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, dan sakit tenggorokan.
Jika kondisi memburuk, infeksi dapat berkembang menjadi gangguan sistem saraf, seperti pusing berat, rasa mengantuk berlebihan, penurunan kesadaran, hingga peradangan otak akut atau ensefalitis.
Emma menambahkan, hingga kini diagnosis Virus Nipah masih dilakukan melalui pemeriksaan PCR. Sementara itu, belum tersedia obat khusus maupun vaksin, sehingga penanganan pasien difokuskan pada perawatan suportif sesuai dengan gejala yang dialami.
Mengingat kondisi geografis Indonesia serta mobilitas masyarakat yang tinggi antarnegara, upaya pencegahan dinilai menjadi langkah penting. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mengonsumsi nira mentah yang diambil langsung dari pohon karena berisiko terkontaminasi cairan tubuh kelelawar.
Selain itu, warga juga disarankan mencuci dan mengupas buah sebelum dikonsumsi serta membuang buah yang terlihat memiliki bekas gigitan hewan. Daging ternak pun harus dimasak hingga benar-benar matang dan masyarakat diminta menghindari kontak langsung dengan hewan yang tampak sakit.
Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga terus ditekankan, seperti rutin mencuci tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, serta menggunakan masker saat sedang tidak sehat.
Di sisi lain, Dinkes mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, pastikan berasal dari sumber resmi,” tegas Emma.
Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinkes memastikan akan terus melakukan pemantauan serta langkah antisipasi guna menjaga daerah tetap aman dari potensi penyebaran Virus Nipah.
Hamdi

