LANGKAR.ID, BANJARMASIN – Dampak krisis global yang dipicu konflik di Timur Tengah mulai merembet ke sektor pelayanan air bersih di Kota Banjarmasin.
Kondisi tersebut memaksa PAM Bandarmasih melakukan penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Tahun 2025 akibat meningkatnya harga berbagai kebutuhan operasional maupun investasi.
Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi, mengatakan perubahan RKA menjadi salah satu agenda utama dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada Jumat (5/6/2026).
“Kenapa ada perubahan RKA, karena adanya krisis global di Timur Tengah yang menyebabkan kenaikan harga sehingga kami harus menyesuaikan pekerjaan untuk pelayanan terhadap masyarakat,” ujarnya.
Selain membahas perubahan anggaran, RUPS juga mengesahkan laporan tahun buku 2025, rencana bisnis lima tahunan perusahaan, serta melakukan evaluasi kinerja direksi pada triwulan pertama tahun berjalan.
Zulbadi mengakui realisasi investasi pada triwulan pertama belum mencapai target maksimal. Namun, menurutnya kondisi tersebut masih sesuai tahapan karena sejumlah program strategis masih berada pada fase perencanaan, pelaksanaan awal, hingga pengawasan.
“Ada beberapa ukuran investasi yang memang belum 100 persen. Pada tahap pertama ini fokus kami masih perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan,” katanya.
Meski demikian, PAM Bandarmasih optimistis capaian investasi akan meningkat signifikan pada triwulan kedua. Saat ini sejumlah proyek telah memasuki tahap pengadaan, sehingga realisasi fisik maupun keuangan diperkirakan mulai terlihat dalam waktu dekat.
“Insya Allah pada triwulan kedua realisasi investasi itu akan melejit dengan sendirinya. Saat ini sebagian besar masih berproses di tahap pengadaan yang harus kami ikuti sesuai ketentuan,” tegasnya.
Di tengah tekanan ekonomi global dan kenaikan biaya operasional, PAM Bandarmasih tetap mencatatkan kinerja keuangan yang positif. Dalam RUPS tersebut, perusahaan bahkan menyerahkan dividen kepada para pemegang saham, yakni Pemerintah Kota Banjarmasin dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Menurut Zulbadi, capaian laba diperoleh dari pengelolaan pendapatan dan pengeluaran operasional yang dilakukan secara efisien. Langkah efisiensi tersebut dinilai berhasil meningkatkan keuntungan perusahaan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada pelanggan.
“Laba didapat dari penghasilan operasional dikurangi pengeluaran operasional. Dengan efisiensi yang kami lakukan, laba bisa meningkat,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan kinerja perusahaan juga didukung oleh upaya pemerataan layanan air bersih yang terus dilakukan di seluruh wilayah Kota Banjarmasin. Dengan berbagai program yang tengah berjalan, PAM Bandarmasih menargetkan kualitas dan cakupan pelayanan dapat terus meningkat meski menghadapi tantangan ekonomi global. (L212)

