BerandaBANUABanjarmasinHobi yang Menghasilkan Cuan, Peternak Perkutut Raup Untung di Tengah Pandemi

Hobi yang Menghasilkan Cuan, Peternak Perkutut Raup Untung di Tengah Pandemi

LANGKAR.ID – Banjarmasin – Bagi sebagian orang, pandemi Covid-19 mungkin menjadi penghambat aktifitas dalam usaha. Namun tidak berlaku bagi  Winardi, warga Kecamatan Banjarmasin Utara.

Peternakan burung perkututnya tetap produktif di masa pandemi Covid-19. Dari usaha ini, Winardi sukses meraup ratusan juta rupiah perbulan.

Winardi peternak perkutut Bangkok di Banjarmasin. Selama pandemi, Winardi bisa menjual puluhan ekor perkutut dengan harga hingga ratusan juta rupiah. Foto : L415

Berawal dari hobi, Winardi sudah puluhan tahun berurusan dengan burung perkutut. Baru sekitar dua tahun belakangan, Winardi mencoba peruntungan beternak burung perkutut jenis Bangkok di rumahnya di Komplek Pondok Metro Indah, Jl Hasan Basri, Banjarmasin Utara.

Seperti ungkapan usaha tak mengkhianati hasil, hobi yang dilakoninya ini mendatangkan cuan atau uang. Cuan merupakan Bahasa Hokian, China Bagian Selatan yang diserap dalam bahasa pergaulan di Indonesia. Artinya uang atau keuntungan.

Menurut Winardi, selama pandemi ini, penjualan ternaknya tidak mengalami penurunan. Justru meningkat. “Pembelinya hingga luar negeri,” ujar Winardi kepada langkar.id, Sabtu (28/08/2021).

[nextpage title=”Perkutut Seharga Rp 350 Juta”]

Awalnya, Winardi membeli burung perkutut Bangkok di Thailand. Sekarang sebaliknya, Winardi yang menjual ke sana.

“Bahkan saya pernah jual seekor perkutut seharga Rp 350 Juta,” ujarnya.

Kemudian ada beberapa perkutut berkualitas hasil piaraannya. Seperti perkutut yang dinamainya Si Banjar, Mr Jack, Mr Black yang juga terjual dengan harga istimewa.

Selama pandemi ini, Winardi dibantu tiga pekerja. Setiap bulan, ia bisa menjual  puluhan ekor perkutut. Dari yang standar, hingga kualitas super dengan harga ratusan ribu hingga ratusan juta rupiah.

Baca Juga : Dapur Kreatif PPKM Bagikan 2021 Nasi Bungkus, Polsek Banjarmasin Utara Gandeng Pers dan Mahasiswa

Harga seekor perkutut Bangkok, tergantung suara yang dihasilkannya. Harganya semakin mahal bila suara perkutut itu layak ditampilkan  dalam pertandingan.

Untuk urusan perkutut, Winardi merupakan sosok yang banyak makan asam garam alias berpengalaman. Baginya, beternak burung perkutut cukup mudah. Selama ditekuni.

Anda punya hobi dan ingin menghasilkan cuan? Cobalah menekuninya dari sekarang. Setidaknya untuk mengisi waktu luang dengan hal positif di masa pandemi seperti sekarang. Karena usaha tidak akan mengkhianati hasil. (L415)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

BACA JUGA