BerandaBANUABanjarmasinLaunching CoE Banjarmasin 2026 Digelar di Bali, Pemkot Klaim Strategi Gaet Wisatawan...

Launching CoE Banjarmasin 2026 Digelar di Bali, Pemkot Klaim Strategi Gaet Wisatawan Internasional

LANGKAR.ID, BANJARMASIN –  peluncuran Calendar of Event (CoE) 2026 pada Sabtu, 7 Februari 2026 agenda promosi pariwisata tersebut tidak digelar di Banjarmasin. Peluncuran CoE justru direncanakan berlangsung di ICON Bali Mall, Pantai Sanur, Denpasar, Bali.

Rencana itu terungkap dari data pada laman spse.inaproc.id, yang memuat paket Pekerjaan Langsung (PL) bertajuk Jasa Event Organizer Launching CoE Banjarmasin 2026.

Dalam dokumen tersebut tercatat nilai pagu paket sebesar Rp200 juta, bersumber dari APBD Kota Banjarmasin Tahun Anggaran 2026, dengan kontrak kerja tertanggal 3 Februari 2026.

Pemilihan lokasi di luar daerah ini menjadi perhatian publik, mengingat CoE merupakan agenda resmi pariwisata Kota Banjarmasin yang bertujuan menampilkan potensi daerah.

Sorotan juga muncul pada kolom peserta kegiatan yang hanya mencantumkan keterangan “Peserta 1”, tanpa penjelasan rinci mengenai jumlah undangan maupun segmentasi peserta acara.

Dokumen pendukung berupa file PDF yang dapat diakses publik menjelaskan ruang lingkup pekerjaan secara menyeluruh.

Penyedia jasa diwajibkan memberikan layanan mulai dari penyediaan venue, manajemen kelistrikan, mobilisasi dan logistik, akomodasi serta transportasi, hingga pengelolaan teknis acara di lapangan.

“Penyedia jasa wajib menyediakan layanan pengorganisasian acara secara menyeluruh untuk kegiatan peluncuran Calendar of Events (CoE) Kota Banjarmasin,” demikian tertulis dalam dokumen tersebut.

Target akhirnya adalah terselenggaranya Launching CoE Kota Banjarmasin 2026 pada 7 Februari 2026, lengkap dengan dokumentasi dan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan.

Menanggapi pelaksanaan launching di Bali, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, menyatakan bahwa pemilihan Bali didasarkan pada pertimbangan strategis promosi pariwisata.

Menurutnya, Bali merupakan destinasi wisata internasional yang menjadi titik temu wisatawan dari berbagai negara, sehingga dinilai efektif sebagai etalase promosi bagi Kota Banjarmasin yang tengah berbenah menjadi kota tujuan wisata.

“Bali adalah kota destinasi wisata internasional, tempat berkumpulnya wisatawan dunia. Ini sangat strategis untuk promosi wisata, khususnya bagi Kota Banjarmasin yang sedang berbenah menjadi kota wisata,” ujarnya.

Ia menambahkan, promosi pariwisata membutuhkan pembiayaan, sebagaimana yang juga dilakukan kota dan provinsi lain di Indonesia.

Langkah tersebut diharapkan memberikan feedback berupa peningkatan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta perekonomian masyarakat Kota Banjarmasin.

“Pembiayaan CoE tahun ini sudah kami efisiensikan. Apalagi Bali berada pada posisi strategis sebagai destinasi wisata internasional,” katanya.

Meski demikian, penggunaan anggaran daerah untuk kegiatan promosi di luar wilayah tetap menjadi perhatian publik, terutama terkait efektivitas promosi dan manfaat jangka panjang yang diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Kota Banjarmasin. (L212)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

BACA JUGA