LANGKAR.ID, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin terus mematangkan rencana pengembangan Kawasan Sultan Suriansyah sebagai kawasan budaya dan heritage yang lebih representatif. Tidak lagi berfokus pada area makam semata, konsep pengembangan kini diarahkan mencakup kawasan yang lebih luas hingga Masjid Sultan Suriansyah.
Hal tersebut terungkap dalam rapat koordinasi lintas SKPD yang digelar oleh Barenlitbangda pada Sabtu lalu. Dalam pertemuan tersebut, sejumlah perangkat daerah membahas penguatan usulan pengembangan kawasan yang sebelumnya direncanakan hanya berfokus pada Makam Sultan Suriansyah.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Banjarmasin mengatakan, usulan awal yang akan diajukan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat adalah penataan kawasan makam sebagai kawasan budaya.
“Awalnya yang diusulkan untuk dilakukan penataan dan pengembangan sebagai kawasan budaya adalah kawasan Makam Sultan Suriansyah. Namun berdasarkan hasil rapat bersama SKPD kemarin, muncul usulan agar cakupan kawasan diperluas tidak hanya makam, tetapi juga sampai ke Masjid Sultan Suriansyah sehingga menjadi satu kesatuan kawasan heritage yang utuh,” ujarnya.
Menurutnya, perluasan kawasan tersebut dinilai akan memperkuat nilai sejarah, budaya, dan religi yang melekat pada kawasan Sultan Suriansyah sebagai salah satu situs penting di Kota Banjarmasin.
Meski demikian, perubahan konsep tersebut mengharuskan pemerintah daerah menyusun usulan baru yang lebih komprehensif. Karena itu, pembahasan lintas sektor akan kembali dilakukan guna menyelaraskan kebutuhan perencanaan dan dukungan dari berbagai organisasi perangkat daerah.
“Untuk mewujudkan konsep kawasan yang lebih luas ini tentu diperlukan usulan baru. Karena itu akan kami rapatkan kembali bersama pihak-pihak terkait agar konsep pengembangannya benar-benar matang,” katanya.
Ia menambahkan, proses penyusunan desain dan dokumen usulan juga membutuhkan koordinasi yang intensif karena melibatkan banyak OPD serta penyesuaian terhadap perencanaan yang baru.
“Desain dan usulan pengembangannya masih akan dibahas lebih lanjut. Mengingat banyak OPD yang terlibat dan adanya perencanaan baru, hasilnya nanti akan diekspos kembali kepada pimpinan untuk mendapatkan arahan dan langkah tindak lanjut yang tepat,” pungkasnya. (L212)

