LANGKAR.ID, BANJARMASIN — Galeri Apung yang sebelumnya berada di kawasan Sungai Jingah kini dipindahkan ke kawasan Siring Menara Pandang. Pemerintah Kota Banjarmasin mulai menyiapkan fasilitas tersebut agar kembali berfungsi sebagai ruang pendukung wisata sungai sekaligus etalase budaya Banjar.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil mengatakan, pemindahan Galeri Apung dilakukan setelah pengelolaannya diserahkan kepada Pemerintah Kota Banjarmasin oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sungai Jingah.
“Galeri Apung yang berada di kawasan Sungai Jingah saat ini sudah kami tempatkan di kawasan Siring Menara Pandang. Pemeliharaannya juga sudah diserahkan kepada Pemerintah Kota Banjarmasin dari Pokdarwis Sungai Jingah, dan akan kami tindak lanjuti,” ujarnya.
Untuk tahap awal, Disbudporapar masih mengandalkan dukungan pihak ketiga untuk memastikan kondisi Galeri Apung tetap aman berada di atas perairan.
Sabil mengungkapkan, pihaknya telah meminta dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PAM Bandarmasih. Bantuan tersebut berupa 40 drum apung yang digunakan sebagai penyangga agar bangunan galeri tetap mengapung dan tidak tenggelam.
“Sementara ini kami minta bantuan CSR ke PAM Bandarmasih. Kami dibantu 40 drum apung untuk Galeri Apung agar tidak tenggelam,” katanya.
Setelah persoalan penyangga diselesaikan, Pemkot Banjarmasin akan mengalokasikan anggaran untuk pemeliharaan Galeri Apung tersebut.
Menurut Sabil, keberadaan Galeri Apung tidak sekadar menjadi bangunan terapung di kawasan wisata. Sebelumnya, galeri tersebut difungsikan untuk menampilkan kain sasirangan khas Banjar yang diproduksi atau berasal dari kawasan Sungai Jingah.
Ke depan, konsep tersebut masih akan dibahas kembali. Namun, Disbudporapar memastikan prioritas pertama adalah memperbaiki kondisi fisik galeri sebelum menentukan fungsi dan isi yang lebih permanen.
“Setelah diperbaiki nanti bagaimana isinya atau ditempatkan di mana, itu akan kami diskusikan kembali. Yang pasti prioritas utama kami memperbaiki Galeri Apung tersebut,” jelasnya.
Sabil menegaskan, pemanfaatan Galeri Apung nantinya diarahkan untuk kepentingan masyarakat. Dengan lokasinya yang kini berada di kawasan Siring Menara Pandang, fasilitas tersebut berpotensi menjadi titik singgah bagi wisatawan, termasuk pengunjung yang menikmati aktivitas susur sungai.
“Fungsinya itu untuk galeri, isinya kain sasirangan khas Banjar yang ada di Sungai Jingah. Ketika ada pengunjung datang atau pengunjung susur sungai, bisa mampir di sana,” tuturnya.
Keberadaan Galeri Apung juga memperkuat konsep wisata berbasis sungai yang menjadi salah satu karakter utama Kota Banjarmasin. Apalagi Siring Menara Pandang merupakan salah satu kawasan yang ramai dikunjungi masyarakat dan wisatawan.
Saat ini, Banjarmasin memiliki dua Galeri Apung. Selain yang sebelumnya berada di kawasan Sungai Jingah dan kini dipindahkan ke Siring Menara Pandang, satu lainnya berada di kawasan Destinasi Wisata Religi Makam Habib Basirih.
Pemkot Banjarmasin berharap setelah dibenahi, Galeri Apung dapat kembali menjadi bagian dari wajah wisata sungai sekaligus ruang untuk memperkenalkan produk dan budaya lokal kepada pengunjung.
Dengan begitu, bangunan terapung tersebut tak hanya menjadi fasilitas di atas sungai, tetapi juga menjadi ruang kecil yang membawa cerita besar tentang budaya Banjar kepada siapa saja yang datang menyusuri sungai. (L212)

