BerandaBANUABanjarmasinSerapan Anggaran Banjarmasin 2026 Masih Rendah, Wali Kota Yamin Ultimatum SKPD: April–Mei...

Serapan Anggaran Banjarmasin 2026 Masih Rendah, Wali Kota Yamin Ultimatum SKPD: April–Mei Harus Mulai Jalan

LANGKAR.ID, BANJARMASINKinerja penyerapan anggaran Pemerintah Kota Banjarmasin pada triwulan pertama 2026 menjadi sorotan serius. Alih-alih melaju, realisasi justru tertinggal jauh dari target—memicu peringatan keras dari Wali Kota Muhammad Yamin HR.

Dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program Prioritas di Aula Kayuh Baimbai, Rabu (15/4/2026), Yamin menegaskan bahwa waktu toleransi telah habis. Memasuki April, ia menilai seluruh program seharusnya sudah berjalan, bukan masih berkutat pada tahap persiapan.

“Realisasi kita masih rendah. Ini tidak bisa dibiarkan. Harus ada percepatan nyata di lapangan,” tegasnya.

Menurut Yamin, persoalan bukan sekadar teknis administratif, melainkan lemahnya akselerasi di tingkat pelaksana. Ia pun membuka ruang evaluasi untuk membedah hambatan yang mengganjal jalannya program.

Sejumlah faktor mencuat sebagai penyebab utama pencairan anggaran yang tersendat, perubahan perencanaan, hingga minimnya penyedia dalam proses pengadaan barang dan jasa. Bahkan, ada paket proyek yang sudah ditayangkan namun tak diminati peserta lelang.

“Ini alarm bagi kita semua. Sistem dan kesiapan harus dibenahi,” ujarnya.

Pemkot Banjarmasin kini menjadikan periode April hingga Mei sebagai fase krusial. Seluruh program ditargetkan mulai “landing” atau benar-benar terealisasi di lapangan dalam dua bulan ke depan.

Sebagai langkah tegas, seluruh SKPD diwajibkan menandatangani pakta integritas, lengkap dengan konsekuensi bagi yang gagal mencapai target.

Sementara itu, Plt Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Dolly Syahbana, mengungkapkan titik krusial persoalan berada di tahap pengadaan, terutama pada sektor pekerjaan umum. Sekitar 43 persen kegiatan masih tertahan di proses lelang.

“Sering kali lelang harus diulang karena tidak sesuai kriteria atau minim peserta. Ini yang membuat program tertunda,” jelasnya.

Untuk mengawal percepatan, Inspektorat kini dilibatkan secara aktif dalam pengawasan, sementara staf ahli diperkuat untuk memberikan masukan strategis.

Dampaknya tidak main-main. Sejumlah proyek strategis, khususnya pembangunan infrastruktur, berpotensi molor hingga penghujung tahun jika tidak segera digenjot.

Meski demikian, Pemko tetap optimistis. Target dipatok: seluruh program harus rampung pada triwulan ketiga, sekitar September hingga Oktober 2026.

“Harapan kita, Oktober semua selesai. Jadi akhir tahun tinggal peresmian, bukan lagi mulai pekerjaan,” pungkasnya. (L212)

 

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

BACA JUGA