BerandaOPINIUrgensi pentingnya Pendidikan Karakter pada anak, Mempersiapkan Generasi Indonesia Emas

Urgensi pentingnya Pendidikan Karakter pada anak, Mempersiapkan Generasi Indonesia Emas

Penulis 1 : Dita Febriyanti (Mahasiswi Psikologi Universitas Triatma Mulya Bali) 

Penulis 2 : Laras Octaviani, S.Pd., M.Pd. ( Dosen Universitas Triatma Mulya )

LANGKAR.ID, BALI – Menurut saya sebagai mahasiswi Psikologi, Pendidikan karakter pada anak sangat penting, membuat fondasi fundamental dalam membangun kualitas generasi bangsa. Di era ketika perubahan sosial dan teknologi terjadi begitu cepat, anak-anak Indonesia hidup dalam lingkungan yang sarat tantangan: derasnya arus informasi, budaya digital yang tidak tersaring, meningkatnya kasus perundungan, dan tekanan sosial yang semakin kompleks. Kondisi ini menegaskan bahwa pendidikan karakter bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis dalam perkembangan anak-anak.

Hasil berbagai penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan seseorang tidak ditentukan semata oleh kecerdasan intelektual, tetapi oleh kecerdasan emosional, kemampuan bekerja sama, integritas, dan etika. Karakter menjadi komponen utama yang memengaruhi bagaimana seseorang menjalani kehidupan, membuat keputusan, dan berkontribusi kepada masyarakat. Tanpa karakter, kecerdasan setinggi apa pun berpotensi kehilangan arah.

Pendidikan karakter bukanlah sekadar pelajaran moral yang kaku. Ia merupakan proses pembentukan nilai dan kebiasaan berpikir yang mendorong anak untuk memiliki empati, tanggung jawab, keberanian moral, sopan santun, kedisiplinan,  kemampuan mengelola emosi, serta kesadaran akan konsekuensi dari tindakan mereka. Proses ini membutuhkan konsistensi, keteladanan, dan ekosistem yang mendukung.

Sekolah memainkan peran vital dalam membangun karakter. Lingkungan belajar harus mencerminkan nilai-nilai seperti disiplin, kerja keras, toleransi, dan penghargaan terhadap keberagaman. Kurikulum Merdeka, misalnya, memberi ruang untuk penguatan karakter melalui pembelajaran kontekstual dan proyek-proyek sosial yang mendorong anak terlibat langsung dalam kehidupan masyarakat. Guru pun harus menjadi representasi nilai-nilai tersebut, keteladanan lebih efektif daripada seribu aturan yang tidak dicontohkan.

Namun, peran keluarga tetap tidak tergantikan. Karakter pertama kali terbentuk dari lingkungan rumah. Pola komunikasi, keteladanan orang tua, kedisiplinan orang tua, serta kemampuan memberikan batasan yang sehat akan menjadi dasar dari cara anak memandang dunia. Tanpa sinergi antara sekolah dan keluarga, pendidikan karakter tidak akan membuahkan hasil optimal.

Menurut pandngan saya, Jika kita ingin melihat Indonesia yang lebih damai, lebih beradab, dan lebih maju, maka pendidikan karakter harus menjadi prioritas. Karakter yang baik adalah kompas yang akan memandu anak menavigasi kehidupan yang penuh tantangan. Dengan karakter yang kuat, kecerdasan mereka akan memiliki tujuan; dengan karakter yang baik, kesuksesan mereka akan membawa kebaikan bagi banyak orang. (Dita Febriyanti & Laras Octaviani)

 

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

BACA JUGA