Langkar.id, BANJARMASIN – Sebanyak 230 santri dan santriwati yang tergabung dalam Perhimpunan Remaja Santri Al Falah Banjarmasin (PRESS AF BMAS) resmi diterjunkan untuk mengisi kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan 2026 di 20 sekolah dasar (SD) di Kota Banjarmasin.
Program tahunan yang telah memasuki tahun ke-11 ini kembali digelar bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter dan keagamaan siswa selama bulan suci Ramadhan.
Pelepasan ratusan santri tersebut dilakukan secara seremoni oleh Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda, di Halaman Balai Kota Banjarmasin, Minggu (22/2/2026).
Dalam sambutannya, Ananda mengapresiasi konsistensi program yang telah berjalan lebih dari satu dekade tersebut. Ia menilai keterlibatan langsung para santri menjadi nilai tambah dalam proses pembelajaran siswa sekolah dasar.
“Program ini keren sekali, apalagi sudah berjalan 11 tahun. Para santri tidak hanya belajar untuk diri sendiri, tetapi juga mentransfer ilmu kepada adik-adik di SD,” ujarnya.
Tak hanya materi keagamaan, Ananda juga berharap para santri turut menyisipkan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa.
230 Santri, 20 SD, 5 Kecamatan
Pengasuh PRESS AF BMAS, Masriah, menjelaskan bahwa tahun ini sebanyak 230 santri dan santriwati akan disebar di 20 SD yang tersebar di lima kecamatan di Kota Banjarmasin.
Di setiap sekolah akan ditempatkan 10 orang santri, terdiri dari lima santri dan lima santriwati, yang secara bergilir memberikan materi selama kegiatan pesantren kilat berlangsung pada 23–25 Februari 2026.
Selanjutnya, pada 26–28 Februari 2026, para santri akan melaksanakan kegiatan berbagi takjil sebagai bagian dari rangkaian kegiatan sosial Ramadhan.
Menurut Masriah, jumlah sekolah yang berpartisipasi tahun ini memang lebih sedikit dibanding tahun-tahun sebelumnya yang bisa mencapai 40 hingga 52 sekolah.
“Tahun ini hanya 20 sekolah karena waktunya cukup mepet dan distribusi belum bisa menjangkau lebih banyak sekolah,” jelasnya.
Meski demikian, ia berharap sekolah yang menjadi peserta tahun ini dapat menjadi barometer bagi sekolah lain untuk turut serta di tahun mendatang. Ia juga berharap dukungan Pemerintah Kota Banjarmasin terus berlanjut agar program ini tetap konsisten berjalan.
Adapun pemilihan sekolah dilakukan berdasarkan kriteria tertentu, terutama jumlah siswa yang relatif besar sehingga manfaat program dapat dirasakan lebih luas.
“Sekolah bisa saja berulang, tapi prioritasnya yang jumlah siswanya banyak. Karena setiap tahun kondisi jumlah siswa bisa berubah,” tambahnya.
Materi Variatif dan Terjadwal
Ketua Pelaksana Pesantren Kilat Ramadhan, Muhammad Juhdi, menyebutkan materi yang diajarkan telah disusun secara terstruktur dan dijadwalkan berbeda setiap hari.
Materi meliputi pemahaman dasar shalat beserta praktiknya, pengenalan nama-nama Nabi, meneladani sifat Rasulullah, hingga tadarus Al-Qur’an.
“Materi sudah disiapkan dan berbeda setiap harinya agar siswa tidak bosan dan bisa memahami secara bertahap,” tuturnya.
Sekolah Merasa Terbantu
Salah satu sekolah penerima program, SDN Seberang Mesjid 1 Banjarmasin, menyambut positif kegiatan tersebut.
Kepala sekolah, Eka Yuliwati, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran para santri yang secara langsung memberikan pembelajaran keagamaan kepada siswa selama Ramadhan.
“Alhamdulillah, kami sangat terbantu. Para santri langsung mengajarkan materi keagamaan kepada siswa kami selama pesantren kilat berlangsung,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa selama tiga tahun terakhir sekolahnya rutin masuk dalam daftar penerima program tersebut.
“Selama saya menjabat, sudah tiga tahun berturut-turut dibantu para santri. Kami tentu senang sekolah kami terus dipercaya,” tutupnya. (L212)

