LANGKAR.ID ,BANJARMASIN – Tim Satgas Pengawasan BBM Kalimantan Selatan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPBU dan SPBKB di Banjarbaru, Banjarmasin, hingga Kabupaten Banjar, Kamis (14/5/2026).
Sidak dilakukan untuk memastikan distribusi BBM subsidi, khususnya biosolar, berjalan tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
Tim gabungan terdiri dari unsur TNI, kepolisian, Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel, Dinas ESDM Kalsel, hingga Dinas Perdagangan Kalsel.
Gubernur Kalsel H. Muhidin melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalsel Ariadi Noor mengatakan pengawasan dilakukan untuk memastikan stok dan distribusi BBM tetap aman bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan pengelolaan BBM, khususnya solar dan biosolar, tersedia dan distribusinya merata. Kami tidak ingin masyarakat menjadi korban penyalahgunaan BBM,” ujar Ariadi di Banjarmasin.
Beberapa titik yang disidak antara lain SPBKB AKR Trikora, SPBKB AKR Guntung Manggis, SPBU Landasan Ulin, SPBU Basirih, hingga SPBU Gambut.
Dari hasil pemantauan sementara, tim tidak menemukan indikasi penyelewengan maupun aktivitas pelangsiran BBM subsidi.
“Kondisi antrean dan parkir kendaraan juga terpantau tertib,” katanya.
Ariadi menegaskan pihaknya telah memberikan sosialisasi kepada pengelola SPBU agar mematuhi aturan distribusi BBM subsidi.
Menurutnya, pengawasan akan terus dilakukan secara berkala, baik terbuka maupun tertutup.
“Kegiatan sidak ini akan dilakukan terus menerus. Kalau ada pelanggaran, tentu sanksinya berat,” tegasnya.
Selain itu, Satgas juga menyoroti dugaan pungutan tertentu kepada sopir atau pengguna jasa SPBU yang dinilai dapat membebani masyarakat.
Tim turut memantau penerapan sistem barcode di SPBU Pertamina untuk memastikan distribusi BBM subsidi lebih tepat sasaran.
“Penggunaan barcode cukup efektif agar distribusi BBM benar-benar sesuai kebutuhan riil masyarakat,” pungkas Ariadi. (L212)

