BerandaBANUABanjarmasinKadar Garam Air Baku Masih 10 Kali Standar, PAM Bandarmasih Belum Maksimalkan...

Kadar Garam Air Baku Masih 10 Kali Standar, PAM Bandarmasih Belum Maksimalkan Intake Sungai Bilu

LANGKAR.ID, BANJARMASIN – Hujan yang mengguyur Banjarmasin, Banjarbaru, Martapura, dan sekitarnya mulai menurunkan kadar garam air baku PAM Bandarmasih. Namun, penurunannya belum cukup signifikan untuk membuat perusahaan memaksimalkan pengambilan air dari Intake Sungai Bilu karena kadar garam masih mencapai sekitar 3.000 miligram per liter (mg/l), jauh di atas standar yang diharapkan sebesar 300 mg/l.

Sebelumnya, kadar garam air baku di intake tersebut dilaporkan mencapai lebih dari 5.000 mg/l. Setelah hujan turun selama dua hari, hasil pemantauan menunjukkan adanya penurunan sekitar 1.000 mg/l, meski angkanya masih berfluktuasi.

Direktur Utama PT Air Minum Bandarmasih, Zulbadi, mengatakan pihaknya melakukan pengecekan langsung di Intake Sungai Bilu untuk mengetahui dampak hujan terhadap kualitas air baku.

“Setelah kita lakukan pengecekan di lapangan, ternyata memang ada penurunan kadar garam, kurang lebih sekitar 1.000-an mg/liter. Dan kadar garam ini bervariasi naik turunnya,” kata Zulbadi, Rabu (28/10/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan yang disampaikan Zulbadi, kadar garam pada pukul 06.00 hingga 10.00 Wita berada di kisaran 3.250 mg/l. Angka tersebut kemudian turun menjadi sekitar 2.000 mg/l pada rentang pukul 10.00 hingga 18.00 Wita.

Namun, penurunan itu tidak berlangsung konsisten. Pada malam hari, kadar garam kembali meningkat hingga sekitar 2.800 mg/l.

“Artinya, pada saat ini meskipun sudah ada turun hujan, baik di Banjarmasin, Martapura, dan Banjarbaru dan sekitarnya, air baku kita baku mutunya belum memenuhi standar yang diharapkan,” jelasnya.

Zulbadi menyebut kadar garam yang diharapkan berada di angka 300 mg/l. Dengan kondisi air baku yang masih mengandung kadar garam jauh di atas angka tersebut, PAM Bandarmasih belum dapat mengoptimalkan pemanfaatan Intake Sungai Bilu hingga 100 persen.

Di tengah kondisi air baku yang belum sepenuhnya membaik, PAM Bandarmasih terus memeriksa setiap tahapan pengolahan air.

Zulbadi mengatakan pemeriksaan dilakukan mulai dari air baku yang masuk ke intake hingga proses pengolahan sebelum air disalurkan kepada pelanggan.

Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga kualitas air yang didistribusikan sekaligus memastikan proses pengolahan tetap berjalan optimal meski kualitas air baku masih berfluktuasi.

Meski hujan telah memberikan dampak positif terhadap penurunan kadar garam, PAM Bandarmasih masih menunggu perbaikan kualitas air baku lebih lanjut sebelum meningkatkan pemanfaatan Intake Sungai Bilu.

“Pada saat ini belum bisa kita maksimalkan karena kadar garamnya masih di atas standar atau di atas baku,” tegasnya.

Ia berharap hujan terus membantu menurunkan kadar garam sehingga intake tersebut dapat kembali dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung kebutuhan air baku di Banjarmasin.

“Mudah-mudahan ini terus menurun, terus menurun, dan kita bisa memaksimalkan Intake Sungai Bilu 100 persen,” pungkasnya. (L212)

 

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

BACA JUGA