LANGKAR.ID, BANJARMASIN – Puluhan lampion berbentuk teratai mengapung perlahan di permukaan Sungai Martapura, Jumat (25/9) malam. Dari Siring Nol KM Banjarmasin, cahaya lampion itu bukan sekadar menjadi bagian dari perayaan tradisi, tetapi membawa pesan doa untuk keselamatan, kedamaian, dan persatuan bangsa.
Larung lampion tersebut menjadi salah satu rangkaian Festival Mooncake dan Religi Expo XI yang digelar Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kalimantan Selatan.
Mengusung tema “PSMTI Kalsel Berduka dan Peduli: Doa untuk Negeri”, kegiatan ini memadukan tradisi budaya dengan pesan kemanusiaan dan kepedulian terhadap kondisi bangsa.
Sebelum larung lampion, rangkaian kegiatan diawali dengan kirab. Setelah itu, peserta membawa lampion teratai ke tepian Sungai Martapura untuk kemudian dilarungkan.
Satu per satu lampion dilepas ke aliran sungai. Cahaya yang bergerak mengikuti arus Martapura menjadi simbol harapan agar kebaikan, kepedulian, dan kedamaian terus tumbuh di tengah masyarakat.
Sementara itu, Religi Expo XI mengangkat tema “Merakit: Menjaga Ragam Keyakinan dan Ikatan Tradisi.”Tema tersebut menegaskan pentingnya merawat hubungan antarmasyarakat di tengah keberagaman keyakinan, budaya, dan tradisi.
Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR mengapresiasi penyelenggaraan Festival Mooncake dan Religi Expo XI. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk merayakan tradisi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat keberagaman dan memanjatkan doa bersama bagi keselamatan bangsa.
“Cahaya lampion ini menjadi simbol harapan, kepedulian, dan kebaikan yang terus menyala di tengah masyarakat,” ujar Yamin.
Ia menilai semangat kebersamaan yang tergambar dalam kegiatan tersebut sejalan dengan nilai Gawi Sabumi, khususnya dalam menjaga kerukunan masyarakat Banjarmasin yang hidup dalam keberagaman.
Terlebih, Festival Mooncake dan Religi Expo XI juga menjadi bagian dari rangkaian momentum Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin.
“Kehadiran masyarakat dari berbagai latar belakang dalam kegiatan ini menjadi gambaran semangat kebersamaan yang terus dijaga di Kota Banjarmasin,” katanya.
Yamin menambahkan, kirab dan larung lampion yang digelar PSMTI Kalsel tidak hanya menjadi upaya mempertahankan tradisi, tetapi juga menyampaikan pesan kepedulian dan doa bagi negeri. (L212)

