LANGKAR.ID ,BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat sektor keamanan siber dan pengembangan sumber daya manusia digital. Salah satunya dengan mematangkan kerja sama strategis antara Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalsel dan Politeknik Siber dan Sandi Negara (PSSN).
Langkah tersebut dibahas dalam rapat daring yang mempertemukan jajaran Diskominfo Kalsel dengan pimpinan PSSN, Jumat (12/6/2026). Fokus utama pertemuan adalah penyempurnaan draf Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang akan menjadi landasan berbagai program kolaborasi dalam beberapa tahun ke depan.
Kepala Diskominfo Kalsel, Muhammad Muslim, mengatakan kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi Pemprov Kalsel, tetapi juga membuka peluang pengembangan kapasitas digital bagi pemerintah kabupaten dan kota di Banua.
“Kami ingin kerja sama ini memiliki dasar hukum yang kuat sekaligus menghasilkan program yang benar-benar bermanfaat bagi pengembangan teknologi informasi dan keamanan siber di Kalimantan Selatan,” ujar Muslim.
Menurutnya, keberadaan taruna PSSN selama ini telah memberikan kontribusi positif dalam mendukung berbagai program di lingkungan pemerintah daerah, khususnya yang berkaitan dengan persandian dan keamanan informasi.
Karena itu, Pemprov Kalsel berupaya memperluas cakupan kerja sama agar tidak hanya berfokus pada praktik kerja lapangan, tetapi juga mencakup pengembangan kompetensi dan transfer pengetahuan.
Direktur PSSN, Laksamana Pertama TNI Arnoldus Triono, menyambut baik rencana tersebut. Ia menilai kerja sama harus menghasilkan dampak nyata dan memberikan nilai tambah bagi kedua belah pihak.
Jika sebelumnya kolaborasi lebih banyak difokuskan pada program praktik kerja lapangan (PKL), ke depan ruang lingkupnya akan diperluas ke kegiatan penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, hingga pertukaran pengetahuan di bidang keamanan siber.
“Kami berharap kerja sama ini menghasilkan program yang lebih luas dan berkelanjutan, termasuk penguatan kapasitas SDM melalui sharing knowledge dan kegiatan akademik lainnya,” kata Arnoldus.
Ia menjelaskan, program PKL taruna PSSN direncanakan berlangsung selama empat bulan dengan melibatkan berbagai bidang yang relevan dengan kebutuhan pemerintah daerah.
Sementara itu, Sekretaris Diskominfo Kalsel, Mashudi, mengungkapkan bahwa rencana kerja sama tersebut telah mendapat persetujuan untuk dimasukkan ke dalam usulan program kerja sama daerah periode 2027-2029.
Menurutnya, terdapat tiga fokus utama yang akan menjadi prioritas kolaborasi, yakni pelaksanaan PKL, penelitian bersama, dan pengembangan pengetahuan di bidang persandian serta keamanan informasi.
“Kerja sama ini sudah kami koordinasikan dengan Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah. Selanjutnya akan menjadi bagian dari rencana kerja sama strategis daerah untuk beberapa tahun ke depan,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Diskominfo Kalsel akan menyusun spesifikasi teknis kegiatan yang akan dijalankan para taruna selama bertugas di Kalimantan Selatan. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan sejumlah instansi terkait untuk menyiapkan dukungan fasilitas dan kebutuhan operasional selama program berlangsung.
Melalui kolaborasi ini, Pemprov Kalsel berharap mampu memperkuat ekosistem keamanan siber daerah sekaligus mencetak sumber daya manusia yang lebih siap menghadapi tantangan transformasi digital di masa depan. (L212)

