LANGKAR.ID, BANJARMASIN — Krisis air baku masih membayangi distribusi air bersih di sejumlah wilayah Kota Banjarmasin.
PT AM Bandarmasih mengakui belum mampu mengalirkan air kepada pelanggan selama 24 jam dan kini mengerahkan tim tanggap darurat untuk menjaga kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi.
Kemudian di Banjarmasin Utara, tandon disalurkan ke Kelurahan Alalak dan Sungai Andai. Distribusi tandon juga menyasar wilayah ujung-ujung pelayanan di Banjarmasin Timur.
“Tujuan kita mendistribusikan tandon tentunya untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat setiap harinya,” ujarnya.
Tandon tersebut, lanjut Zulbadi, akan terus diisi menggunakan mobil tangki sehingga masyarakat dapat mengambil air saat membutuhkan. Seluruh air yang disalurkan melalui program tersebut diberikan secara gratis.
“Kami akan selalu mengisi air di tandon itu melalui mobil tangki sehingga warga bisa mengambil air kapan saja saat diperlukan,” katanya.
Di tengah kondisi tersebut, PT AM Bandarmasih juga melakukan penanganan teknis pada jaringan distribusi. Petugas menelusuri wilayah yang mengalami kesulitan aliran air, termasuk membuang udara melalui air valve serta membuka washout untuk mengeluarkan kotoran yang masuk ke jaringan pipa.
“Kita juga melakukan rekayasa distribusi air supaya air bisa mengalir secara bertahap,” kata dia.
Namun, upaya tersebut belum membuat distribusi air kembali normal sepenuhnya. Zulbadi mengakui perusahaan belum dapat memastikan aliran air tersedia selama 24 jam.
“Kami akui saat ini pihaknya belum bisa mendistribusikan aliran air 24 jam, namun kami mengupayakan bisa memenuhi kebutuhan air dengan mendistribusikan air melalui mobil tangki,” tuturnya.
Untuk merespons keluhan pelanggan, PT AM Bandarmasih juga mengaktifkan layanan customer care melalui enam kanal pengaduan, di antaranya telepon, WhatsApp, media sosial, email, dan laman resmi perusahaan.
Setiap aduan yang masuk akan diteruskan kepada petugas lapangan agar dapat segera ditindaklanjuti.
“Setiap aduan yang masuk secara otomatis akan diteruskan kepada petugas lapangan yang siap turun langsung ke lapangan menindaklanjuti,” katanya.
Selama masa tanggap darurat, layanan customer care dan posko disiagakan selama 24 jam. PT AM Bandarmasih juga menyiapkan sebanyak 10 mobil tangki untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air masyarakat.
Dimana 6 dari unit mobil tangki milik PAM Bandarmasih serta tambahan dukungan armada diantaranya berasal dari Palang Merah Indonesia (PMI) sebanyak dua unit dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Banjarmasin sebanyak dua unit.
Zulbadi berharap kondisi darurat air baku segera berakhir dengan turunnya hujan sehingga ketersediaan air dapat kembali pulih dan distribusi kepada masyarakat kembali normal.
“Kita berdoa bersama mudah-mudahan hujan segera turun, dan kemarau kering ini bisa berakhir agar air bisa kembali normal,” harapnya. (L212)

