LANGKAR.ID, Banjarmasin – Ratusan mahasiswa dari aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan menggelar aksi damai bertajuk Indonesia (C)Emas di depan kantor DPRD Kalsel, Jalan Lambung Mangkurat, Jumat (1/8/2025) sore.
Aksi ini langsung direspons DPRD Kalsel. Wakil Ketua DPRD H Kartoyo bersama sejumlah anggota dewan lainnya turun ke lapangan menemui massa dan berdialog terbuka. DPRD menegaskan siap menampung dan menyampaikan aspirasi ke pemerintah pusat.
Dalam orasi dan dialog yang berlangsung hangat, mahasiswa menyuarakan tujuh poin tuntutan, termasuk penolakan terhadap revisi RKUHAP yang dinilai melemahkan prinsip keadilan, serta kritik terhadap kebijakan transmigrasi yang disebut tak berpihak pada kearifan lokal dan rawan konflik sosial.
Mereka juga menolak upaya pengaburan sejarah, mengecam deforestasi dan pertambangan yang mengancam ekosistem Kalimantan Selatan, serta menyuarakan penolakan terhadap Undang-Undang TNI.
Tak hanya itu, massa aksi mendesak DPR RI segera mengesahkan RUU Perampasan Aset dan RUU Masyarakat Adat.
“Kami memberi waktu 3×24 jam kepada DPRD Kalsel untuk meneruskan aspirasi ini ke pemerintah pusat,” tegas salah satu orator aksi.
Menanggapi tuntutan itu, DPRD Kalsel menyatakan kesiapannya untuk segera menyampaikan aspirasi mahasiswa sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen lembaga perwakilan rakyat. (L212)

