LANGKAR.ID,BANJARBARU – Kemarau panjang membuat aktivitas tanam petani di Kalimantan Selatan ikut tersendat. Namun, kondisi itu belum mengganggu persediaan benih di Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBTPH) Kalsel.
BBTPH Kalsel memastikan stok benih tetap tersedia untuk memenuhi kebutuhan petani dan mendukung program pemerintah, meski produksi berikutnya masih menunggu hujan dan ketersediaan sumber air.
Kepala BBTPH Kalsel Sigid Sarsanto mengatakan produksi benih di balai relatif aman karena musim tanam sebelumnya sudah selesai hingga tahap panen.
“Untuk produksi secara umum mungkin terganggu karena pengaruh kemarau panjang. Tetapi untuk produksi benih di balai, alhamdulillah tidak ada masalah karena musim tanam yang lalu sudah selesai dan sudah panen,” ujar Sigid di Banjarbaru, Selasa (8/9/2026).
Saat ini, BBTPH lebih fokus memenuhi kebutuhan perbenihan sekaligus menjaga ketersediaan benih di Kalsel.
Salah satu stok yang telah disalurkan berasal dari Unit Produksi Benih (UPB) Pabahanan. Sekitar 9 ton benih sumber padi telah diambil untuk mendukung kegiatan pemerintah.
“Yang di Pabahanan sekitar 9 ton benih sumber sudah diambil. Semuanya sudah berlabel, sehingga benar-benar tersalurkan untuk kebutuhan petani,” jelasnya.
Berdasarkan catatan BBTPH Kalsel, sepanjang 2026 balai telah memproduksi 24.030 kilogram benih padi dan 2.060 kilogram benih kedelai.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 9.680 kilogram benih padi dan 1.975 kilogram benih kedelai telah disalurkan.
Dengan demikian, BBTPH Kalsel masih memiliki sekitar 14.350 kilogram benih padi dan 83 kilogram benih kedelai.
Tunggu Hujan untuk Musim Tanam Berikutnya
Meski stok benih masih aman, BBTPH belum bisa langsung melanjutkan produksi karena kondisi lahan dan sumber air masih terbatas.
Sigid memperkirakan penanaman benih sumber padi kembali berlangsung pada Oktober hingga Desember 2026. Pelaksanaannya tetap bergantung pada datangnya hujan.
“Kemungkinan kita tanam lagi bulan Oktober sampai Desember, menunggu hujan. Sekarang masih kering dan sumber air sangat terbatas,” katanya.
BBTPH nantinya menyesuaikan varietas benih yang diproduksi dengan program dan kebutuhan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, termasuk varietas padi unggul dan unggul lokal.
Sigid berharap hujan segera turun agar petani kembali bisa menggarap lahan dan penangkar benih melanjutkan produksi.
“Harapan kami, mudah-mudahan segera turun hujan sehingga petani bisa bertanam lagi dan penangkar bisa kembali memproduksi benih. Kemarau kali ini luar biasa panjang dan banyak yang tidak bisa tanam,” ujarnya.
Selain menjaga ketersediaan benih, BBTPH juga berkontribusi terhadap penerimaan daerah. Staf Penata Layanan Operasional BBTPH Kalsel Huda mengatakan balai merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi bidang pertanian.
“BBTPH merupakan salah satu UPT yang menghasilkan PAD melalui retribusi di bidang pertanian. Ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan kemandirian finansial sekaligus menggerakkan ekonomi lokal Banua,” pungkasnya. (L212)

