BerandaBANUABanjarmasinKrisis Air Banjarmasin Makin Parah, Sungai Bilu Tak Bisa Diolah Gegara Garam...

Krisis Air Banjarmasin Makin Parah, Sungai Bilu Tak Bisa Diolah Gegara Garam 5.000 PPM

LANGKAR.ID, BANJARMASIN – Krisis air bersih di Banjarmasin mulai memaksa warga mengubah kebiasaan sehari-hari. Aliran air yang semakin kecil dan tak menentu membuat sebagian warga bahkan harus rela terjaga hingga dini hari demi mengisi penampungan.

Di balik kondisi tersebut, ada persoalan serius yang tengah dihadapi PAM Bandarmasih. Kemarau panjang membuat kadar garam di sejumlah sumber air baku melonjak drastis.

Salah satu yang paling terdampak adalah intake Sungai Bilu.

Kadar garam di sumber air tersebut kini menembus lebih dari 5.000 ppm. Akibatnya, intake yang memiliki kapasitas produksi mencapai 600 liter per detik itu tak dapat dimanfaatkan secara normal.

Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi mengatakan tingginya kadar garam membuat air dari intake Sungai Bilu tidak memungkinkan untuk diproduksi seperti biasanya.

“Intake Sungai Bilu yang kapasitas 600 liter per detik itu tidak bisa kita produksi karena kadar garamnya sudah sangat tinggi, di atas 5.000-an,” ungkap Zulbadi.

PAM Bandarmasih sebenarnya telah berupaya mempertahankan produksi dengan mencampurkan air baku dari sejumlah sumber. Namun kondisi kemarau membuat produksi tetap belum mampu kembali seperti kondisi normal.

“Kita lakukan mix. Namun tetap saja produksi tidak maksimal seperti biasa karena kondisi kemarau saat ini,” jelas Zulbadi.

Di tengah produksi yang terbatas, PAM Bandarmasih menyiapkan langkah darurat dengan mengerahkan mobil tangki untuk memasok air bersih ke kawasan yang terdampak.

Masyarakat yang membutuhkan pasokan air dapat mengajukan permintaan melalui Ketua RT. Air kemudian akan didistribusikan dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) 2.

“Kita menyiapkan mobil tangki bagi masyarakat yang minta air kita fasilitasi. Air bersih bisa diambil di instalasi IPA 2 untuk didrop kepada masyarakat,” ujarnya.

Layanan tersebut diberikan secara gratis bagi masyarakat. Namun, permintaan distribusi harus dikoordinasikan melalui Ketua RT. Sementara untuk kebutuhan bisnis, mekanismenya berbeda.

Warga dapat menghubungi call center PAM Bandarmasih di (0511) 3252541 atau melalui aplikasi Bandarmasih Mobile.

Kondisi sumber air baku yang kian kritis juga membuat PAM Bandarmasih bersama Pemerintah Kota Banjarmasin melakukan ikhtiar lain.

Pada Kamis (27/8/2026), keduanya menggelar salat istisqa dan doa bersama di Halaman Kantor PAM Bandarmasih. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk ikhtiar di tengah kemarau panjang yang membuat kadar garam air baku terus meningkat.

Wati, warga Pemurus Baru, menjadi salah satu yang merasakan kondisi tersebut. Ia mengaku belakangan ini harus rutin menampung air karena alirannya tidak lagi bisa diandalkan.

Bukan hanya kecil, air terkadang baru mengalir ketika sebagian besar warga sudah terlelap.

“Tiаp hari harus menampung air, apalagi air baru mau keluar saat subuh. Itu pun airnya kecil,” keluh Wati. (L212)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

BACA JUGA