LANGKAR.ID, BANJARMASIN— Olahraga domino mulai diperkenalkan lebih luas ke kalangan mahasiswa di Kota Banjarmasin.
Pengurus Olahraga Domino (Orado) Banjarmasin menyasar lingkungan kampus sebagai bagian dari upaya mengubah pandangan masyarakat yang selama ini masih mengaitkan domino dengan perjudian.
Ketua Orado Kota Banjarmasin, Rikval Fachruri, mengatakan sosialisasi ke kampus merupakan bagian dari rangkaian pengenalan olahraga domino ke berbagai lapisan masyarakat.
“Kita sosialisasikan olahraga domino di kampus karena ini bagian dari rangkaian sosialisasi ke beberapa tempat. Sebelumnya kita sudah melaksanakan sosialisasi ke sekolah, kemudian juga ke beberapa masyarakat dan mendapatkan respons yang sangat positif,” ujar Rikval, usai membuka langsung sosialisasi Orado di UIN Antasari, Sabtu (15/8/2026).
Menurut Rikval, sosialisasi tersebut penting untuk memperkenalkan bahwa domino kini memiliki aturan dan regulasi pertandingan yang jelas.
Terlebih, olahraga domino telah masuk dalam naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan diakui sebagai cabang olahraga.
“Tujuannya adalah kita ingin merubah paradigma bahwa domino itu sebagai olahraga, bukan lagi dikonotasikan sebagai judi. Pada awal tahun kemarin olahraga domino ini masuk di KONI dan diakui sebagai olahraga,” katanya.
Rikval menjelaskan, olahraga domino yang dipertandingkan secara resmi memiliki mekanisme permainan yang berbeda dengan permainan domino menggunakan kartu sebagaimana yang selama ini dikenal masyarakat.
“Dari permainan pun berbeda dengan yang biasa menggunakan kartu. Sebelumnya tidak ada aturan regulasi, maka saat ini aturan tersebut dibuat,” jelasnya.
Ia menilai mahasiswa menjadi salah satu kelompok yang potensial untuk dikenalkan dengan olahraga domino. Selain masuk dalam kategori usia dewasa, mahasiswa juga dinilai masih banyak yang belum mengetahui bahwa domino telah berkembang menjadi olahraga kompetitif.
“Mahasiswa ini masuk kategori umur dewasa, karena masih belum banyak yang tahu olahraga domino itu. Jadi kami ingin mengenalkan bahwa domino sekarang sudah menjadi olahraga yang memiliki aturan dan bisa dipertandingkan secara resmi,” ujarnya.
Tidak hanya berhenti pada sosialisasi, Orado Banjarmasin juga telah menyiapkan sejumlah agenda pertandingan.
Kejuaraan olahraga domino, kata Rikval, kini tidak hanya digelar di tingkat kabupaten atau kota, tetapi juga berjenjang hingga tingkat provinsi dan pusat.
“Selain kita sosialisasi, ke depannya ada pertandingan Orado yang cukup banyak. Dimulai nanti dalam rangka Hari Kemerdekaan, tanggal 28–29 Agustus dilaksanakan di Sekretariat Bersama (Sekber) Khatib Dayan,” ungkapnya.
Setelah itu, agenda pertandingan akan berlanjut melalui Wali Kota Cup yang dijadwalkan berlangsung pada 18, 19, dan 20 September.
“Untuk itu mulai saat ini kami terus mensosialisasikan olahraga domino ini ke semua lapisan masyarakat agar ikut meramaikan berbagai pertandingan kejuaraan nantinya,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Presiden Mahasiswa UIN Antasari, Khairul Fikri, menyambut positif sosialisasi olahraga domino di lingkungan kampus.
Menurutnya, kehadiran Orado dapat memberikan alternatif kegiatan positif bagi mahasiswa. Selain menjadi sarana hiburan dan kompetisi, domino kini juga memiliki status resmi sebagai olahraga.
“Dengan adanya sosialisasi ini, kami bersama mahasiswa lainnya sangat menyambut baik. Karena memberikan kegiatan yang positif bagi para mahasiswa. Selain bermain, Orado juga merupakan olahraga yang secara resmi diakui oleh KONI,” ungkapnya. (L212)

