LANGKAR.ID, BANJARMASIN – Setelah sempat dikeluhkan karena dinilai mengganggu kerapian kawasan, Pedagang Kaki Lima (PKL) akhirnya tetap diperbolehkan berjualan di Festival Pasar Wadai Ramadhan di Banjarmasin. Namun, kehadiran mereka kini dibatasi dengan pengaturan waktu yang lebih ketat.
Sesuai hasil koordinasi antara Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin bersama Event Organizer (EO), PKL hanya boleh beroperasi mulai pukul 17.30 hingga 22.00 Wita.
“Kami sudah berkoordinasi bahwa PKL ini bisa masuk dan berjualan di jam yang sudah ditentukan karena mereka memang mendapat space di dalam area,” kata Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Tibumtranmas) Satpol PP Kota Banjarmasin, Syarmani, Minggu (1/3/20026).
Kebijakan tersebut telah dibahas bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarmasin yang bertanggung jawab atas pengamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Syarmani menjelaskan bahwa para PKL telah mendapatkan tempat khusus di dalam area Pasar Wadai. Lokasi yang disiapkan berada di jalur tengah badan jalan sepanjang kawasan Pasar Wadai, menggantikan rencana penempatan sebelumnya.
Menurut Syarmani, meski sudah diberikan izin, para pedagang tetap diwajibkan mematuhi aturan yang telah ditetapkan. Petugas akan memastikan mereka tidak berjualan di luar area yang disediakan agar arus pengunjung tetap lancar dan tertib.
Seluruh PKL yang berjualan juga telah melalui proses pendataan oleh pihak Disbudporapar Kota Banjarmasin.
Selain pengawasan terhadap PKL, Satpol PP turut memberi perhatian terhadap potensi gangguan ketertiban lainnya seperti pengamen dan pengemis. Jika ditemukan, petugas akan langsung melakukan penertiban.
“Pasti kami tertibkan kalau ketemu,” ujarnya.
Saat ini, pengamanan kawasan masih mengandalkan satu regu personel Satpol PP sesuai permintaan EO. Namun, keterbatasan tersebut diakui cukup menyulitkan dalam menjangkau seluruh area festival.
“Kesulitan ini akan kami koordinasikan lagi dengan pihak EO. Apakah diperlukan penambahan personel untuk bisa menjaga ketertiban seluruh area Pasar Wadai karena kami akui petugas kami satu regu ini kesulitan melakukan pengamanan,” pungkasnya. (Hamdi)

