BerandaBANUABanjarmasinPPDB Online 2026 di Banjarmasin Full Daring, Orangtua Diminta Patuhi Zonasi

PPDB Online 2026 di Banjarmasin Full Daring, Orangtua Diminta Patuhi Zonasi

LANGKAR.ID, BANJARMASIN– Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2026 di Kota Banjarmasin dipastikan berlangsung sepenuhnya secara online.

Menghadapi pelaksanaan perdana full daring tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin mengingatkan para orangtua agar tidak memaksakan mendaftarkan anak ke sekolah di luar wilayah zonasi karena berpotensi gagal diterima di seluruh pilihan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama menegaskan, sistem zonasi kini menjadi acuan utama dalam penerimaan siswa baru. Menurutnya, paradigma sekolah favorit sudah tidak lagi berlaku.

“Orangtua harus benar-benar memperhatikan zonasi. Jangan memaksakan mendaftar ke sekolah di luar radius tempat tinggal karena nanti justru kerepotan sendiri dan bisa tidak masuk di semua pilihan sekolah,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).

Ryan menjelaskan, sistem PPDB online tahun ini akan otomatis menampilkan rekomendasi sekolah berdasarkan radius domisili calon siswa. Dengan sistem tersebut, peluang diterima dinilai lebih besar apabila siswa memilih sekolah yang sesuai zonasi tempat tinggal.

“Sekarang tidak ada lagi sekolah favorit. Semua sekolah sama. Sistem juga otomatis mengarahkan pilihan sekolah yang berdekatan dengan tempat tinggal,” katanya.

Disdik Kota Banjarmasin juga memastikan kesiapan pelaksanaan PPDB online telah dimatangkan, mulai dari infrastruktur jaringan internet hingga kesiapan tim teknis di sekolah-sekolah.

“Kalau dari sisi jaringan insyaallah aman dan mencukupi. Untuk SMP juga kami evaluasi dari tahun lalu tidak ada kendala signifikan,” tuturnya.

Meski seluruh tahapan dilakukan secara daring, Disdik tetap menyediakan layanan bantuan di sekolah bagi orangtua maupun siswa yang mengalami kesulitan saat proses pendaftaran dan penginputan data.

“Kalau ada orangtua atau siswa kesulitan saat mendaftar, bisa langsung datang ke sekolah. Tetap online, tapi nanti dibantu tim teknis dari sekolah,” ucap Ryan.

Karena menjadi tahun pertama penerapan penuh sistem daring untuk jenjang SD, Disdik turut menyiapkan lebih banyak petugas pendamping di sekolah-sekolah yang dinilai rawan mengalami kendala teknis.

Selain fokus pada pelaksanaan PPDB online, Disdik Kota Banjarmasin juga mulai menjalankan program regrouping sekolah untuk pemerataan jumlah siswa. Sekolah yang minim pendaftar akan digabung, terutama yang lokasinya berdekatan.

“Beberapa sekolah yang peminatnya sedikit memang kami regrouping supaya lebih efektif. Ini juga bagian dari pemerataan siswa dan peningkatan kualitas sekolah,” pungkasnya. (L212)

 

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

BACA JUGA