LANGKAR.ID, BANJARMASIN – Rumah Dinas (Rumdin) baru milik Pemerintah Kota Banjarmasin yang digadang-gadang menjadi simbol baru sekaligus etalase budaya Banjar ternyata masih belum siap dihuni.
Meski bangunannya telah rampung, sejumlah pekerjaan penyempurnaan masih menyisakan pekerjaan rumah, mulai dari atap bocor, plafon rusak, hingga kamar mandi yang belum selesai diperbaiki.
Kondisi itu membuat Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda, yang akan menempati rumah dinas tersebut masih harus menunda kepindahannya.
“Kamar mandinya belum selesai diperbaiki, jadi gimana mau ditempati,” ujar Ananda, Sabtu (19/7/2026).
Selain perbaikan fasilitas, ujar Ananda pengisian furnitur juga masih berlangsung. Karena itu, rumah dinas yang berdiri di Jalan Jenderal Sudirman tersebut belum bisa difungsikan sebagai tempat tinggal resmi.
“Kalau semuanya sudah selesai, Insya Allah secepatnya akan ditempati,” katanya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Banjarmasin, Ahmad Zazuli, mengatakan sejumlah perbaikan memang masih dilakukan setelah proses serah terima bangunan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Beberapa bagian yang diperbaiki di antaranya kebocoran atap, plafon yang rusak, hingga penyempurnaan fasilitas kamar mandi.
“Ada perbaikan seperti atap bocor, plafon jebol, dan kamar mandi. Itu dilakukan setelah serah terima karena saat proses pengisian furnitur kondisi rumah masih kosong,” jelasnya.
Tak hanya fokus pada penyempurnaan bangunan, pemerintah juga tengah menginventarisasi kebutuhan furnitur untuk melengkapi rumah dinas tersebut. Pengadaannya akan disesuaikan dengan kebutuhan penghuni, namun tetap mengacu pada standar pemerintah.
“Kalau beliau memiliki kebutuhan tertentu, akan kami sesuaikan sepanjang masih sesuai standar pemerintah,” ujar Zazuli.
Pemerintah Kota Banjarmasin menargetkan seluruh pekerjaan selesai pada tahun ini sehingga rumah dinas tersebut dapat segera ditempati.
“Harapan kami tahun ini semuanya rampung dan ibu wakil sudah bisa menempati rumah dinas,” katanya.
Sebagai informasi Rumah dinas ini memiliki arti penting bagi Kota Banjarmasin. Selama lebih dari 500 tahun berdiri, kota berjuluk Kota Seribu Sungai ini belum pernah memiliki rumah dinas khusus bagi wali kota. Selama ini kepala daerah menempati rumah dinas wakil wali kota di Jalan Dharma Praja.
Pembangunan rumdin dimulai pada 2024 dan dikerjakan dalam dua tahap dengan total anggaran mencapai Rp14 miliar, terdiri dari Rp5 miliar pada tahap pertama dan Rp9 miliar pada tahap kedua.
Mengusung perpaduan desain Gajah Manyusu dan Balai Laki, bangunan ini diproyeksikan menjadi lebih dari sekadar kediaman resmi kepala daerah. (L212)

