BerandaBANUABanjarmasinSidak Dinkes Banjarmasin di Festival Pasar Wadai, 10 Sampel Takjil Diuji dan...

Sidak Dinkes Banjarmasin di Festival Pasar Wadai, 10 Sampel Takjil Diuji dan Negatif Boraks

LANGKAR.ID, BANJARMASIN – Di tengah ramainya perburuan takjil Ramadan, kabar menenangkan datang dari Festival Pasar Wadai Ramadhan.

Tim dari Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan jajanan yang dijual aman dikonsumsi dan bebas dari bahan berbahaya.

Sebanyak 10 sampel makanan dan minuman diambil secara acak dari sejumlah lapak pedagang. Sampel tersebut meliputi kue basah, mie habang, bakso goreng, gulali, manisan buah, hingga minuman es berwarna cerah yang banyak diminati pengunjung.

Pengujian difokuskan pada deteksi kandungan boraks, pewarna tekstil, serta pemanis buatan yang tidak sesuai standar keamanan pangan.

Ketua Tim Pokja Kesehatan Lingkungan Kerja dan Olahraga Dinkes Banjarmasin, Umi Kalsum, menjelaskan sidak dilakukan sebagai langkah antisipasi meningkatnya produksi dan peredaran pangan selama Ramadan.

“Ramadan identik dengan lonjakan produksi dan penjualan. Karena itu kami turun langsung melakukan pengawasan agar tidak ada bahan berbahaya yang digunakan,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan seluruh sampel negatif dari zat berbahaya.

“Alhamdulillah, dari sampel yang kami periksa tidak ditemukan boraks, pewarna tekstil, maupun pemanis yang melanggar ketentuan. Ini menjadi kabar baik bagi masyarakat,” kata Umi.

Meski demikian, ia menegaskan pengawasan tidak akan berhenti pada satu kali sidak. Pemeriksaan lanjutan akan terus dilakukan selama festival berlangsung. Jika ditemukan pelanggaran, pihaknya memastikan akan menindak sesuai aturan yang berlaku.

Selain pengawasan dari pemerintah, Dinkes juga mengingatkan masyarakat agar menjadi konsumen yang cerdas. Warga diminta mewaspadai jajanan dengan warna terlalu mencolok, tekstur tidak wajar, atau rasa yang mencurigakan.

“Keamanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan pedagang, tetapi juga konsumen. Ketelitian masyarakat menjadi benteng terakhir agar jajanan Ramadan tetap aman,” tutupnya.

Dengan hasil awal yang positif ini, pengunjung di Banjarmasin diharapkan bisa menikmati aneka kuliner Ramadan dengan rasa aman dan nyaman, tanpa khawatir ancaman bahan berbahaya. (L212)

 

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

BACA JUGA