LANGKAR.ID, BANJARMASIN – Suasana khusyuk bulan suci Ramadhan di Banjarmasin mendadak terusik. Dua insiden dugaan teror bom molotov yang terjadi di lokasi berbeda dalam satu malam membuat warga Kota Seribu Sungai diliputi rasa waswas.
Menanggapi kejadian tersebut, Wali Kota Muhammad Yamin mengajak masyarakat untuk kembali mengaktifkan Pos Keamanan Lingkungan (Pos Kamling) dan ronda malam sebagai langkah preventif menjaga keamanan wilayah masing-masing.
“Peristiwa ini sangat memprihatinkan, apalagi terjadi saat masyarakat sedang menjalankan ibadah Ramadhan. Seharusnya bulan suci menjadi momen yang penuh ketenangan, bukan ketakutan,” ujar Yamin, belum lama tadi.
Menurutnya, aksi tersebut sudah masuk kategori tindak kriminal serius karena membahayakan keselamatan warga. Oleh sebab itu, kewaspadaan kolektif masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah kejadian serupa terulang.
“Kami mengimbau masyarakat untuk kembali mengaktifkan Pos Kamling dan ronda malam. Keamanan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan aparat, tetapi juga membutuhkan peran aktif warga,” tegasnya.
Yamin juga memastikan Pemerintah Kota Banjarmasin terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memperkuat pengamanan, khususnya di titik-titik rawan selama bulan Ramadhan.
Sebelumnya, video yang beredar di media sosial memperlihatkan botol berisi api diduga bom molotov berada di atas genteng rumah warga. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (22/2/2026) malam.
Kejadian pertama dilaporkan terjadi di Komplek Herlina, Jalan Cemara Ujung, Kelurahan Sungai Miai, Kecamatan Banjarmasin Utara. Warga menemukan api kecil menyala di bagian atap rumah tak lama setelah waktu berbuka puasa sekitar pukul 19.00 WITA.
Selang beberapa waktu, insiden serupa kembali terjadi di kawasan Pasar Lama, Kecamatan Banjarmasin Tengah. Aksi tersebut bahkan sempat terekam kamera CCTV warga sekitar.
Rangkaian peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Di tengah suasana Ramadhan, solidaritas dan kepedulian warga diharapkan mampu menjadi benteng utama menjaga ketentraman kota. (L212)

