BerandaAdvertorialSekdaprov Kalsel: Pemuda Harus Jadi Pencipta Inovasi, Bukan Sekadar Pengguna Teknologi

Sekdaprov Kalsel: Pemuda Harus Jadi Pencipta Inovasi, Bukan Sekadar Pengguna Teknologi

LANGKAR.ID  ,Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat sinergi untuk mencetak generasi muda yang unggul, inovatif, dan mampu bersaing di tengah perkembangan teknologi serta perubahan ekonomi global.

Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin melalui sambutan yang dibacakan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalsel, Fahrurazi, saat membuka Rapat Fasilitasi dan Koordinasi Bidang Kepemudaan Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan Tahun 2026 di Aula H. Maksid, Kantor Setdaprov Kalsel, Banjarbaru, Rabu (16/7/2026).

Fahrurazi menegaskan, pembangunan kepemudaan harus dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Pemuda merupakan aset strategis bangsa. Pembangunan kepemudaan di Kalimantan Selatan diarahkan untuk melahirkan generasi muda yang unggul, religius, inovatif, berdaya saing, dan mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah,” ujarnya.

Ia mengatakan, Pemprov Kalsel terus memperkuat pembangunan kepemudaan melalui peningkatan kualitas pendidikan, pelatihan kepemimpinan, pengembangan kapasitas, serta perluasan akses kerja dan kewirausahaan bagi generasi muda.

Selain itu, pemerintah juga mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif berbasis digital dan meningkatkan keterlibatan pemuda dalam pembangunan desa, pelestarian lingkungan, penanggulangan bencana, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.

Menurut Fahrurazi, pesatnya perkembangan teknologi digital menghadirkan peluang sekaligus tantangan. Pemuda dituntut mampu menghadapi persoalan seperti penyebaran hoaks, penyalahgunaan media sosial, perjudian daring, narkoba, hingga paham radikalisme.

Di sisi lain, perubahan ekonomi global mengharuskan generasi muda memiliki kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, literasi digital, penguasaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), analisis data, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Meski begitu, ia optimistis tantangan tersebut dapat diubah menjadi peluang. Kalimantan Selatan memiliki potensi besar di sektor pertanian modern, perkebunan, perikanan, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga industri berbasis sumber daya lokal yang dapat dikembangkan oleh generasi muda.

Fahrurazi berharap rapat koordinasi ini menghasilkan langkah konkret untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, organisasi kepemudaan, perguruan tinggi, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Kami ingin pemuda Kalimantan Selatan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja. Tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi yang memberi manfaat bagi pembangunan daerah,” tutupnya. (L212)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

BACA JUGA