BerandaBANUABanjarmasinAgenda Meriah 500 Tahun Banjarmasin Dibatalkan, Disbudporapar Pilih Berempati di Tengah Rentetan...

Agenda Meriah 500 Tahun Banjarmasin Dibatalkan, Disbudporapar Pilih Berempati di Tengah Rentetan Musibah

LANGKAR.ID, BANJARMASIN– Gemerlap perayaan 500 Tahun Banjarmasin harus diredam. Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin memilih membatalkan sejumlah agenda yang telah dipersiapkan, sebagai bentuk empati di tengah suasana duka akibat rentetan musibah di sejumlah wilayah Indonesia.

Keputusan tersebut diambil menyusul arahan Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin. Sejumlah agenda yang terdampak di antaranya Tanglong, Banjarmasin Art Week (BAW), Euforia, dan Cangkurah.

Kepala Disbudporapar Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, mengatakan keputusan membatalkan agenda tersebut bukan perkara mudah. Terlebih, berbagai kegiatan telah dipersiapkan untuk memeriahkan momentum bersejarah 500 tahun Banjarmasin.

Namun, di tengah kabar duka akibat sejumlah musibah, mulai dari kejadian di Nusa Tenggara Timur, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menimbulkan asap pekat, hingga tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa, pemerintah kota memilih mengedepankan rasa kemanusiaan.

“Hal itu sesuai dengan arahan pimpinan, Bapak Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin. Itu adalah keputusan yang baik menurut kami. Karena di masa berduka seperti ini, empati dari pimpinan kami sangat luar biasa,” ujar Ibnu Sabil.

Menurutnya, pembatalan kegiatan bukan berarti seluruh persiapan yang telah dilakukan harus berakhir sia-sia. Berbagai konsep, perlengkapan, maupun persiapan lainnya akan disimpan sehingga dapat dimanfaatkan kembali apabila terdapat kegiatan lain di kemudian hari.

“Dan bisa disimpan terlebih dahulu, jadi jika ada kegiatan terbaru bisa digunakan lagi,” katanya.

Disbudporapar juga telah melakukan koordinasi dan rapat internal untuk menyosialisasikan keputusan tersebut kepada masyarakat, terutama para peserta maupun pihak yang sebelumnya telah mempersiapkan diri mengikuti berbagai perlombaan.

Sabil berharap masyarakat dapat memahami keputusan tersebut karena situasi yang sedang terjadi tidak memungkinkan seluruh agenda tetap dilaksanakan seperti rencana awal.

Kami sudah berkoordinasi dan merapatkan di internal. Kami akan menyosialisasikan kepada masyarakat yang sudah mempersiapkan untuk mengikuti lomba nantinya, agar bisa mendapatkan pengertian dengan kondisi saat ini,” jelasnya.

Ia menegaskan, semangat untuk menghadirkan perayaan 500 Tahun Banjarmasin tetap ada. Namun, momentum bersejarah tersebut tidak lantas membuat pemerintah mengabaikan kondisi masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

“Semuanya sebenarnya kita menginginkan hal yang bagus, terlebih ini di momen 500 tahun. Namun, kita pun harus memahami dengan kondisi saat ini,” tuturnya.

Di sisi lain, pembatalan sejumlah agenda tersebut juga berdampak pada anggaran yang sebelumnya telah disiapkan. Sabil memastikan anggaran tersebut tidak akan dialihkan untuk kegiatan lain.

Dana akan dikembalikan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk anggaran kita akan kembalikan ke TAPD dan tidak digunakan ke yang lain,” tegasnya.

Sabil menambahkan, Disbudporapar Banjarmasin mendukung penuh kebijakan pimpinan dalam menyikapi kondisi tersebut.

Bagi pihaknya, ketika berbagai daerah tengah dilanda musibah dan masyarakat sedang berduka, menahan kemeriahan menjadi bagian dari bentuk kepedulian pemerintah daerah. (L212)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

BACA JUGA