LANGKAR.ID, BANJARMASIN – Tak ingin sekadar sukses sebagai tuan rumah, Kota Banjarmasin langsung memasang target tinggi jelang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2026 yang mulai digelar 18 April mendatang.
Ambisinya jelas: mempertahankan gelar juara umum dengan proses seleksi atlet yang bersih dari praktik “titipan”.
Kepala Bidang Olahraga Disbudporapar Kota Banjarmasin, Maharmila menegaskan, seluruh tahapan penjaringan atlet dilakukan murni berdasarkan kualitas dan kemampuan.
“Tidak ada kepentingan luar yang masuk. Diusahakan atlet kita memang atlet terbaik untuk mengikuti POPDA,” tegasnya, Sabtu (4/4/2026).
Keseriusan itu juga terlihat dari kesiapan venue. Empat cabang olahraga telah dipastikan lokasi pertandingannya. Basket akan digelar di GOR Hasanuddin, sepak takraw di Upik Futsal, bola voli di SKB Mulawarman, serta sepak bola di Lapangan Green Yakin A Yani Km 10.
Tak hanya menjadi arena pertandingan, GOR Hasanuddin juga akan menjadi lokasi pembukaan resmi POPDA 2026 pada 18 April. Ajang olahraga pelajar terbesar di Kalimantan Selatan ini dijadwalkan berlangsung hingga 24 Mei 2026.
Di sisi lain, proses seleksi atlet sudah berjalan sejak 28 Maret lalu untuk sebagian besar cabang olahraga. Tahapan ini akan ditutup dengan seleksi bola voli pada 4 April, sebagai bagian akhir penjaringan atlet terbaik.
Maharmila mengungkapkan, kriteria peserta dibuat cukup ketat. Atlet wajib kelahiran 1 Januari 2009, maksimal duduk di kelas 11 SMA/SMK/MA sederajat, serta harus sesuai dengan domisili.
“Selain itu, perpindahan atlet juga dibatasi. Tidak boleh keluar kota dalam kurun enam bulan sebelum pelaksanaan POPDA,” jelasnya.
Meski aturan diperketat, atlet tetap diberi ruang memilih wilayah berdasarkan sekolah, selama masih sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Berkaca pada rekam jejak sebelumnya, Banjarmasin punya modal kuat untuk kembali berjaya. Cabang olahraga basket dan voli disebut-sebut menjadi andalan utama dalam perburuan medali.
“Harapan kita besar di POPDA 2026 ini,” pungkasnya optimistis.
Dengan kombinasi seleksi ketat, kesiapan venue, dan pengalaman sebagai juara bertahan, Banjarmasin tak hanya ingin sukses menggelar ajang—tetapi juga kembali mendominasi podium. (L212)

