LANGKAR.ID, BANJARMASIN Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) kian serius menyiapkan generasi muda sebagai motor perubahan daerah.
Melalui program Pemuda Pelopor yang diinisiasi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, pemuda Banjarmasin didorong tampil sebagai agen inovasi yang mampu menjawab tantangan zaman.
Kepala Bidang Pemuda Disbudporapar Kota Banjarmasin, Gusti Ikromi Akbar, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar ajang seremonial, melainkan ruang strategis untuk mencetak pemuda berdaya saing tinggi.
“Pemuda pelopor ini adalah agen perubahan. Mereka diharapkan mampu menciptakan solusi nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Program ini membuka peluang bagi pemuda untuk berkembang di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, agama, sosial dan budaya, pengelolaan sumber daya alam, lingkungan dan pariwisata, hingga sektor pangan dan inovasi teknologi.
Menariknya, Disbudporapar tidak hanya fokus pada seleksi, tetapi juga pembekalan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa kini. Dalam tahap sosialisasi, peserta akan mendapatkan materi pengembangan diri seperti public speaking hingga peningkatan soft skill lainnya.
Langkah ini dinilai penting untuk membentuk karakter pemuda yang tidak hanya cerdas secara ide, tetapi juga mampu mengkomunikasikan gagasan dan mengeksekusinya di lapangan.
Sosialisasi program dijadwalkan berlangsung pada Senin, 27 April di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin. Setelah itu, peserta akan mengikuti proses seleksi untuk menentukan siapa saja yang layak menyandang predikat Pemuda Pelopor.
Melalui program ini, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga berani tampil sebagai pelopor perubahan—menggerakkan lingkungan, menciptakan inovasi, dan membawa dampak nyata bagi kemajuan kota. (L212)

