LANGKAR.ID, Banjarmasin — Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR meminta Dinas Pendidikan melakukan pendataan terpadu terhadap kondisi sarana prasarana dan aset sekolah. Permintaan itu disampaikan usai dirinya meninjau langsung kondisi SMPN 28 Banjarmasin dan dua SD di kawasan Kelurahan Murung Raya, Senin (21/7/2025).
“Sudah saatnya kita tata ulang. Saya minta Disdik lakukan pendataan menyeluruh, mulai dari mutu pengajaran, infrastruktur, hingga status kepemilikan lahan. Jangan sampai kondisi seperti ini terus berlarut,” tegas Yamin saat mendampingi apel pagi di SMPN 28.
Dalam kunjungannya, Yamin menemukan sejumlah persoalan serius, terutama terkait status lahan sekolah yang ternyata masih milik warga. Hal ini, menurutnya, menjadi hambatan dalam pemberian bantuan dan pengembangan fasilitas pendidikan.
“Kita turut prihatin. Karena tanahnya bukan milik pemerintah, otomatis bantuan jadi terbatas. Ini jadi catatan penting yang harus segera diselesaikan,” ujarnya.
Sebelum meninjau sekolah, Yamin juga menjadi pembina apel dalam rangka program Sekolah Taat Peraturan Daerah (Satu Arah) yang digagas Satpol PP Kota Banjarmasin. Di hadapan siswa dan tenaga pendidik, ia menyoroti maraknya kenakalan remaja seperti balap liar dan penyalahgunaan obat-obatan.
“Patuhi aturan sekolah, dengarkan guru, dan jangan jadi pelaku perundungan. Sukses itu datang dari disiplin dan doa guru serta orang tua,” pesan Yamin.
Ia menegaskan perlunya kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan dinas dalam membentuk karakter pelajar yang tangguh dan berintegritas.
“Kalian semua anak-anak hebat. Jaga pertemanan, hindari perbuatan yang tak baik. Sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi tempat membentuk masa depan,” tambahnya.
Pemkot Banjarmasin, melalui Disdik, akan menindaklanjuti hasil peninjauan tersebut sebagai langkah awal pembenahan sektor pendidikan, termasuk mendorong agar aset lahan sekolah bisa menjadi milik pemerintah.
“Kita ingin semua fasilitas pendidikan bisa berkembang maksimal. Tapi perlu dukungan legalitas asetnya. Ini bukan hanya soal bangunan, tapi masa depan anak-anak kita,” tutup Yamin. (L212)

