LANGKAR.ID, BANJARMASIN Perubahan besar sering dimulai dari langkah kecil. Di Banjarmasin, upaya menekan sampah plastik kini dimulai dari aktivitas paling sederhana: belanja kebutuhan sehari-hari.
Tim Penggerak PKK Kota Banjarmasin menggulirkan gerakan minim plastik dengan mendorong 1.500 kadernya meninggalkan kebiasaan menggunakan kantong plastik. Sebagai gantinya, mereka diwajibkan membawa wadah guna ulang setiap kali berbelanja ke pasar.
Gerakan ini digaungkan dalam pertemuan rutin yang dikemas edukatif di Taman Satwa dan Edukasi Jahri Saleh, Rabu (6/5/2026). Momentum ini menjadi titik awal perubahan pola pikir masyarakat dari rumah tangga.
Ketua TP PKK Kota Banjarmasin, Neli Listriani, menekankan bahwa kebiasaan kecil ini memiliki dampak besar jika dilakukan secara kolektif.
“Dalam sekali belanja, satu orang bisa menghasilkan sekitar 10 kantong plastik. Jika itu dilakukan oleh 1.500 kader, pengurangan sampahnya tentu sangat signifikan,” ujarnya.
Tak hanya soal mengurangi, PKK juga fokus pada mengolah. Para kader dibekali keterampilan membuat EcoBrick dan kompos, sehingga sampah yang tak terhindarkan tetap bisa dimanfaatkan kembali—bahkan bernilai ekonomi.
Sebagai simbol gerakan, dua set kursi berbahan EcoBrick diserahkan untuk dimanfaatkan di kawasan taman sebagai fasilitas edukasi sekaligus pojok baca. Ini menjadi bukti bahwa limbah plastik pun bisa disulap menjadi sesuatu yang berguna.
Meski penggunaan plastik belum sepenuhnya bisa dihindari, PKK terus mendorong masyarakat untuk lebih bijak serta aktif mengelola sampah rumah tangga. Edukasi dilakukan berkelanjutan agar kesadaran lingkungan tumbuh dari lingkup keluarga.
Lewat gerakan ini, PKK Banjarmasin ingin memastikan bahwa perubahan gaya hidup ramah lingkungan bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebiasaan baru yang dimulai dari rumah dan berdampak bagi seluruh kota.

