BerandaBeritaRemaja Bersenjata Tajam Viral, Pemko Banjarmasin Siapkan “Barak Disiplin” dan Strategi Lintas...

Remaja Bersenjata Tajam Viral, Pemko Banjarmasin Siapkan “Barak Disiplin” dan Strategi Lintas Sektor

LANGKAR.ID, BANJARMASIN Viralnya aksi kekerasan remaja bersenjata tajam menjadi alarm keras bagi Pemerintah Kota Banjarmasin. Tak ingin persoalan berlarut, Pemko langsung tancap gas menyiapkan langkah serius—mulai dari penguatan karakter hingga opsi pembinaan di lingkungan semi-militer.

Isu ini menjadi bahasan utama dalam forum lintas sektor yang mempertemukan unsur Forkopimda dan para kepala sekolah se-Kota Banjarmasin. Pertemuan tersebut digelar oleh Kesbangpol sebagai upaya merumuskan penanganan komprehensif terhadap perilaku berisiko di kalangan anak dan remaja.

Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda, menegaskan bahwa fenomena ini bukan sekadar kenakalan biasa, melainkan persoalan yang sudah mengakar dan membutuhkan penanganan berkelanjutan.

“Fenomena ini tidak bisa dianggap sepele. Kita butuh solusi jangka panjang dan kolaborasi semua pihak, terutama sekolah karena sebagian besar pelaku masih berstatus pelajar,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, muncul wacana pembinaan kedisiplinan dengan pola yang lebih tegas, terinspirasi dari program serupa di Jawa Barat. Skema ini bahkan membuka kemungkinan pembinaan di lingkungan semi-militer seperti barak atau pusat pelatihan khusus.

Meski demikian, pendekatan humanis tetap menjadi prioritas utama. Pemko menekankan pentingnya pembinaan melalui jalur persuasif, seperti pendidikan karakter dan penguatan nilai religius, sebelum mengambil langkah yang lebih keras.

“Pembinaan tetap yang utama. Tapi jika kondisi sudah mengkhawatirkan, langkah tegas harus dipertimbangkan demi keamanan bersama,” tegas Ananda.

Di sisi lain, tantangan juga muncul dari aspek hukum. Banyak pelaku yang masih di bawah umur, sehingga penanganannya terbatas dan kerap kembali ke lingkungan yang sama tanpa efek jera signifikan.

Kepala Kesbangpol Kota Banjarmasin, Ahmad Muzaiyin, menyebutkan bahwa seluruh opsi yang ada masih dalam tahap pengkajian mendalam. Ia menekankan bahwa konsep pembinaan semi-militer bukanlah bentuk hukuman, melainkan upaya membentuk disiplin dan karakter.

“Ini bukan soal menghukum, tapi membina. Kita ingin anak-anak ini punya arah, disiplin, dan rasa tanggung jawab,” jelasnya.

Pemkot memastikan setiap kebijakan yang akan diambil mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari hukum, pendidikan, hingga psikologis anak. Harapannya, langkah yang dihasilkan tidak hanya menekan angka kekerasan remaja, tetapi juga membentuk generasi muda yang lebih kuat secara mental dan karakter. (L212)

 

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

BACA JUGA