LANGKAR.ID, BANJARMASIN – Sinergi antara TNI dan insan pers di Kalimantan Selatan tak hanya dibangun lewat komunikasi dan koordinasi formal, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kesehatan. Hal ini tampak dalam kegiatan olahraga bersama yang diawali dengan pemeriksaan kesehatan di Makorem 101/Antasari, Selasa (5/5/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Panglima Kodam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, bersama Danrem 101/Antasari, Brigjen TNI Ilham Yunus, ini menghadirkan suasana berbeda. Sebelum memulai aktivitas fisik, para wartawan dan pimpinan redaksi terlebih dahulu menjalani pemeriksaan tensi darah.
Langkah ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk perhatian nyata terhadap kondisi para jurnalis yang sehari-hari bekerja di bawah tekanan tinggi.
“Tadi kita awali dengan cek tensi darah bersama. Kami ingin rekan-rekan media tidak hanya sehat secara informasi, tapi juga sehat secara fisik. Sinergi yang kuat hanya bisa dibangun oleh pribadi-pribadi yang bugar dan prima,” ujar Mayjen TNI Zainul Arifin.
Menurutnya, wartawan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas informasi di tengah masyarakat. Karena itu, kondisi fisik yang prima menjadi modal penting agar tetap objektif dan tangguh di lapangan.
Ketua PWI Kalimantan Selatan, Zainal Helmi, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai pendekatan humanis seperti ini memperkuat hubungan antara TNI dan pers.
“Ini bukan hanya olahraga bersama, tapi bentuk kepedulian yang sangat berarti. Kami merasa dihargai sebagai mitra strategis, bukan sekadar penyampai informasi,” katanya.
Usai pemeriksaan kesehatan, kegiatan dilanjutkan dengan jalan santai menyusuri ikon Kota Banjarmasin, diikuti sesi ramah tamah dan pemberian tali asih. Suasana kebersamaan terasa hangat, mencerminkan hubungan yang semakin solid.
Mengusung tema “Sinergi TNI dan Pers Melangkah Bersama untuk Banua yang Aman, Damai, dan Sejahtera”, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi dalam menangkal penyebaran hoaks.
“Di era informasi yang begitu cepat, kita harus berjalan bersama. Pers yang sehat dan TNI yang solid adalah kombinasi kuat untuk menjaga kondusivitas daerah,” tambah Zainul Arifin.
Melalui pendekatan yang tidak biasa ini, TNI menunjukkan bahwa membangun sinergi tidak selalu lewat forum resmi, tetapi bisa dimulai dari langkah sederhana—menjaga kesehatan bersama demi tujuan yang lebih besar. (L212)

