LANGKAR.ID, BANJARMASIN – Membangun keluarga sehat tak harus dimulai dari makanan mahal. Pemanfaatan bahan pangan lokal yang mudah didapat dan terjangkau justru bisa menjadi langkah nyata memenuhi kebutuhan gizi keluarga sekaligus memperkuat ketahanan pangan rumah tangga.
Ketua TP PKK Kota Banjarmasin, Neli Listriani Yamin HR, menekankan pentingnya membudayakan konsumsi pangan Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) dengan mengoptimalkan potensi pangan lokal.
Pesan itu disampaikannya saat membuka Lomba Pangan B2SA dan Lomba Diversifikasi Olahan Pangan Lokal Tingkat Kota Banjarmasin Tahun 2026 di Pendopo Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin, Sabtu (10/10/2026).
“Pangan sehat tidak harus mahal. Kita bisa memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh dan terjangkau untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga,” tegas Neli.
Menurutnya, tantangan pemenuhan gizi bukan semata-mata soal ketersediaan bahan pangan, tetapi juga bagaimana masyarakat mengenali potensi pangan di sekitarnya dan mengolahnya menjadi sajian yang sehat, aman, serta menarik.
Karena itu, kebiasaan mengonsumsi pangan B2SA perlu dimulai dari keluarga. Dengan pilihan bahan yang beragam dan pengolahan yang tepat, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan gizi tanpa harus selalu bergantung pada bahan pangan dari luar daerah.
Neli berharap lomba tersebut tidak berhenti sebagai ajang kompetisi untuk memperebutkan juara. Kegiatan ini harus menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa bahan pangan lokal memiliki potensi besar jika diolah dengan kreativitas dan pengetahuan yang memadai.
“Melalui lomba ini, kita ingin mendorong masyarakat agar semakin kreatif mengolah bahan pangan lokal menjadi sajian yang sehat, bergizi, aman, dan menarik. Pengetahuan yang diperoleh jangan berhenti di arena lomba, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Lebih dari sekadar memperkaya pilihan menu, diversifikasi pangan juga berpeluang meningkatkan nilai tambah bahan pangan lokal.
Bahan yang selama ini diolah secara sederhana dapat dikembangkan menjadi aneka hidangan dengan tampilan dan cita rasa yang lebih menarik, tanpa mengabaikan aspek gizi dan keamanan pangan.
Upaya ini sekaligus menjadi dorongan agar masyarakat tidak terpaku pada jenis makanan tertentu, melainkan mulai membiasakan pola konsumsi yang lebih beragam dengan memanfaatkan sumber pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Neli mengajak para peserta lomba untuk menularkan pengetahuan dan kreativitas mereka kepada keluarga serta masyarakat luas. Dengan begitu, penerapan B2SA tidak hanya menjadi slogan dalam kegiatan seremonial, tetapi benar-benar hadir dalam kebiasaan makan sehari-hari.
Pembiasaan tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan dari tingkat rumah tangga, meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi, serta mendukung terwujudnya keluarga sehat menuju Banjarmasin Maju Sejahtera.
Kegiatan itu turut dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Banjarmasin, Farida Rachmawati. (L212)

