LANGKAR.ID, BANJARMASIN – Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR memastikan seluruh korban selamat KM Virgo 08 yang tiba di Pelabuhan Trisakti langsung mendapatkan penanganan.
Setibanya di pelabuhan, para korban langsung diturunkan dari kapal untuk mendapatkan penanganan di darat. Pemerintah Kota Banjarmasin menyiagakan dukungan kesehatan serta personel untuk memastikan kebutuhan para korban segera terpenuhi.
Yamin menegaskan, penanganan korban tidak boleh terlambat, terlebih sebagian dari mereka baru saja melewati situasi darurat di tengah laut.
“Begitu korban tiba, penanganan harus langsung berjalan. Tidak boleh ada jeda,” tegas Yamin.
Menurutnya, Pemkot Banjarmasin telah menyiapkan berbagai kebutuhan pendukung, mulai dari personel hingga layanan kesehatan dan rumah sakit.
“Kita siapkan personel, layanan kesehatan, rumah sakit, dan seluruh kebutuhan pendukung agar korban mendapatkan penanganan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin telah berkoordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan dan rumah sakit untuk mengantisipasi kebutuhan medis para korban.
Sementara itu, BPBD Kota Banjarmasin menyiagakan personel di Pelabuhan Trisakti dan berkoordinasi dengan TNI, Polri, Basarnas serta unsur terkait lainnya.
Kedatangan MV Haida yang membawa 69 korban selamat turut dipantau langsung Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama unsur SAR dan instansi terkait.
Namun, penanganan di darat bukan berarti operasi penyelamatan telah berakhir. Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap penumpang KM Virgo 08 yang belum ditemukan.
Hingga perkembangan terbaru, sebanyak 113 orang telah berhasil dievakuasi. Rinciannya, 107 orang selamat dan enam orang meninggal dunia.
Dari total 243 orang yang berada di atas KM Virgo 08, sebanyak 130 orang masih dalam pencarian.
Yamin memastikan Pemkot Banjarmasin akan terus memberikan dukungan selama proses penanganan korban berlangsung.
“Yang paling penting sekarang adalah memastikan korban yang sudah ditemukan mendapatkan penanganan sebaik-baiknya, sementara pencarian terhadap korban lainnya terus dilakukan,” katanya.
Di tengah kepulangan puluhan korban ke Banjarmasin, harapan keluarga korban yang masih menunggu kabar juga terus menggantung. Operasi SAR masih berlangsung untuk menemukan 130 orang yang belum diketahui keberadaannya.
Data jumlah korban masih bersifat sementara dan dapat berubah mengikuti perkembangan operasi SAR serta proses pendataan di lapangan. (L212)

