LANGKAR.ID, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin terus mendorong pelaku usaha rumahan naik kelas. Melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin), puluhan kader Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK dibekali keterampilan digital, mulai dari pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), fotografi produk, hingga pembuatan konten promosi agar mampu menembus pasar yang lebih luas.
Pelatihan Peningkatan Kapasitas Anggota UP2K PKK se-Kota Banjarmasin itu digelar selama dua hari di Aula Rumah Kemasan dan diikuti perwakilan kader dari lima kecamatan serta 52 kelurahan.
Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, yang membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa pelaku usaha rumahan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan pasar. Menurutnya, kualitas produk saja tidak cukup jika tidak dibarengi strategi pemasaran yang tepat.
“Kader UP2K PKK adalah ujung tombak ekonomi berbasis rumah tangga. Karena itu pelatihan ini bukan hanya untuk memenuhi administrasi kesiapan lomba UP2K, tetapi juga memperkuat branding produk dan meningkatkan daya tarik promosi,” ujar Tezar, Selasa (4/8/2026).
Ia menekankan, pola pemasaran saat ini telah berubah. Pelaku usaha tidak lagi hanya menjual apa yang mampu diproduksi, tetapi harus memahami kebutuhan konsumen.
“Produk bukan lagi soal apa yang kita inginkan, tetapi apa yang dibutuhkan pasar. Ini harus menjadi perhatian kita bersama,” katanya.
Tezar berharap seluruh materi yang diperoleh selama pelatihan dapat langsung diterapkan oleh para peserta untuk meningkatkan pendapatan keluarga maupun kelompok usaha mereka.
“Bukan sekadar mengikuti pelatihan, tetapi setelah selesai harus ada pemahaman yang bisa langsung diaplikasikan sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan keluarga dan kelompok kerja,” tuturnya.
Pelatihan kali ini juga menghadirkan narasumber dari berbagai sektor, di antaranya Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banjarmasin, Wetland Square, serta Tim Penggerak PKK Kota Banjarmasin. Kehadiran para praktisi tersebut diharapkan memberikan wawasan mengenai kebutuhan pasar sekaligus peluang memperluas jaringan pemasaran.
Sementara itu, Kepala Disperdagin Kota Banjarmasin, Ignasius Rizki Perdana, mengatakan peningkatan kapasitas anggota UP2K tidak hanya difokuskan pada tertib administrasi, tetapi juga memperkuat kemampuan pemasaran di era digital.
Menurutnya, peserta dibekali materi yang relevan dengan perkembangan dunia usaha, seperti pemanfaatan AI untuk mendukung promosi, teknik fotografi produk menggunakan telepon pintar, hingga pembuatan konten video yang menarik untuk media sosial.
“Pola pemasaran sudah bergeser dari konvensional ke digital. Karena itu kami ingin anggota UP2K mampu mengikuti perkembangan dengan menguasai teknologi, sehingga produk-produk unggulan mereka semakin dikenal dan memiliki daya saing yang lebih tinggi,” pungkasnya. (L212)

