LANGKAR.ID, BANJARMASIN – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi sasaran Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita (3B) di Kota Banjarmasin masih jauh dari target yang ditetapkan.
Dari total sasaran sekitar 42.363 jiwa, atau setara 5,7 persen dari jumlah penduduk, hingga kini baru 2.411 jiwa yang tercatat telah menerima manfaat program tersebut.
Data sasaran kelompok 3B tersebut bersumber dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPKBPM) Kota Banjarmasin, yang diminta oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai pelaksana program.
Selanjutnya, data tersebut diverifikasi oleh Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) sebelum diserahkan kembali kepada SPPG untuk penentuan lokasi dan penerima manfaat.
Kepala DPPKBPM Kota Banjarmasin, Helfian Noor, menegaskan bahwa pihaknya hanya bertugas menyiapkan dan menyerahkan data sasaran sesuai kewenangan. Sementara itu, pelaksanaan teknis program MBG sepenuhnya berada di bawah tanggung jawab SPPG.
“Kami hanya menyerahkan data yang ada. Setelah itu, pelaksanaan program sepenuhnya dijalankan oleh SPPG,” ujar Helfian, Sabtu (31/1/2026).
Meski realisasi masih terbatas, Helfian menyebutkan salah satu wilayah yang telah menjalankan program MBG untuk kelompok 3B adalah kawasan Banua Anyar.
Di wilayah tersebut, paket MBG dibagikan secara rutin setiap hari dan mendapat respons positif dari masyarakat.
“Alhamdulillah di Banua Anyar program ini berjalan dan disambut baik oleh penerima manfaat, karena memang menyasar kelompok yang rentan terhadap risiko stunting,” katanya.
Helfian berharap, melalui sinergi lintas sektor serta berbagai intervensi gizi yang terus dilakukan, angka stunting di Kota Banjarmasin dapat ditekan.
Namun demikian, ia mengakui bahwa hingga saat ini kondisi stunting di kota berjuluk Kota Seribu Sungai tersebut masih belum menunjukkan penurunan yang signifikan.
“Mudah-mudahan bisa turun, meskipun kita tahu angka stunting di Kota Banjarmasin masih cenderung stagnan,” ujarnya.
Sebagai informasi, program MBG yang merupakan program pemerintah pusat kini tidak hanya menyasar anak sekolah, tetapi juga diperluas kepada kelompok Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita.
Program ini bertujuan meningkatkan kesehatan keluarga, memperbaiki status gizi masyarakat, serta menurunkan angka stunting secara nasional.
Sejak awal 2026, program MBG mulai dijalankan secara bertahap dengan cakupan sasaran yang terus diperluas.
Namun, capaian di lapangan menunjukkan masih adanya tantangan dalam percepatan distribusi dan perluasan penerima manfaat, khususnya bagi kelompok 3B yang menjadi prioritas pencegahan stunting. (L212)

