LANGKAR.ID, MALANG – Upaya menghadirkan layanan transportasi publik yang murah, aman, nyaman, dan terintegrasi antar kabupaten/kota di Kalimantan Selatan terus diperkuat. Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menyatakan dukungan terhadap rencana perluasan koridor serta penambahan armada bus, termasuk pengembangan bus bertenaga listrik di masa mendatang.
Dukungan tersebut mengemuka saat Komisi III DPRD Kalsel bersama Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel melakukan kunjungan kerja ke PT Bagong Dekaka Mandiri di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (8/6/2026). Kunjungan ini sekaligus meninjau langsung proses perakitan armada bus “Tayo” yang saat ini menjadi salah satu transportasi umum andalan masyarakat Kalsel.
Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Mustaqimah, mengatakan kunjungan tersebut tidak hanya untuk melihat proses produksi armada, tetapi juga menjajaki peluang kerja sama pengadaan bus listrik sebagai langkah pengembangan transportasi ramah lingkungan.
“Harapan Komisi III ke depannya PT Bagong Dekaka bisa mengadakan bus listrik ya untuk mengurangi emisi dan juga menghindari kelangkaan BBM jenis solar di Kalimantan Selatan yang masih agak terkendala,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi layanan PT Bagong Dekaka Mandiri yang dinilai berhasil mengelola angkutan umum Trans Banjarbakula, Banjarmasin, dan Banjarbaru melalui skema BTS (buy the service). Program tersebut bahkan telah meraih penghargaan dari Menteri Perhubungan RI atas pengelolaan angkutan perkotaan.
Sementara itu, Direktur Utama PT Bagong Dekaka Mandiri, Budi Susilo, menyampaikan terima kasih atas kunjungan rombongan DPRD Kalsel dan Dinas Perhubungan. Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendukung layanan transportasi publik di Kalimantan Selatan.
“Kami tentunya berharap keberlangsungan layanan kami yang ada di Kalimantan Selatan ini jangan sampai terputus. Karena angkutan ini sudah bagus dan sangat menjadi andalan masyarakat Kalimantan Selatan,” katanya.
Dari sisi pemerintah daerah, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel, M. Fitri Hernadi, mengungkapkan bahwa hingga Mei 2026, tingkat keterisian atau loading factor Trans Banjarbakula telah mencapai 87,77 persen. Angka tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan transportasi publik tersebut.
“Sehingga dengan angkutan umum masyarakat bisa semakin dimudahkan untuk melakukan aktivitas ekonomi dan kegiatan sehari-hari,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan sistem BTS beserta jaringan feeder diharapkan mampu mengubah pola pikir masyarakat bahwa transportasi umum di Kalimantan Selatan kini semakin nyaman, aman, dan memiliki standar pelayanan yang baik. (L212)

