LANGKAR.ID ,BANJARMASIN – Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan menyoroti masih minimnya program literasi yang menyentuh masyarakat secara langsung. Untuk itu, DPRD mendorong penambahan anggaran guna memperkuat berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan budaya baca dan kualitas sumber daya manusia di Banua.
Dorongan tersebut disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Jihan Hanifha, usai rapat kerja bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarmasin, Rabu (10/6/2026).
Rapat tersebut membahas realisasi anggaran Tahun Anggaran 2026 sekaligus evaluasi pelaksanaan program yang berkaitan dengan pengembangan literasi masyarakat.
Dalam paparannya, Dispersip Kalsel melaporkan pagu anggaran tahun 2026 sebesar Rp23 miliar. Hingga pertengahan tahun, realisasi keuangan tercatat sekitar Rp7,5 miliar yang sebagian besar digunakan untuk belanja pegawai dan pelaksanaan urusan wajib pemerintahan.
Jihan menilai ruang untuk memperkuat program literasi masih terbuka lebar, terutama kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung dan berdampak terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM).
“Dari hasil rapat tadi, ternyata kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang berkaitan dengan literasi masih sangat kurang. Karena itu kami akan mendorong tambahan anggaran pada perubahan APBD agar kegiatan literasi bisa lebih maksimal dan berdampak terhadap peningkatan IPLM,” ujarnya.
Menurut Jihan, budaya membaca harus menjadi perhatian bersama karena berpengaruh terhadap kualitas pendidikan, kemampuan berpikir kritis, hingga daya saing masyarakat di masa depan.
Selain mendorong penambahan anggaran, Komisi IV juga mengusulkan agar alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk perpustakaan sekolah dapat diperkuat.
Ia menilai perpustakaan sekolah memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan membaca sejak usia dini dan menjadi fondasi utama peningkatan literasi generasi muda.
“Perpustakaan sekolah harus menjadi ruang yang hidup dan menarik bagi siswa. Karena itu, dukungan anggaran untuk pengembangan koleksi maupun fasilitas perpustakaan perlu terus diperhatikan,” katanya.
Komisi IV berharap sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat dapat mempercepat peningkatan kualitas literasi di Kalimantan Selatan.
Dengan semakin banyak program literasi yang berjalan dan dukungan terhadap perpustakaan sekolah yang lebih kuat, DPRD Kalsel optimistis minat baca masyarakat akan meningkat sehingga melahirkan generasi yang lebih berpengetahuan, kritis, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (L212)

