LANGKAR.ID ,BANJAR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong gerakan penghijauan dan rehabilitasi hutan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Komitmen itu ditegaskan dalam kegiatan penanaman pohon memperingati HUT ke-43 Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di Taman Hutan Raya Sultan Adam, Senin (11/5/2026).
Gubernur Kalsel H. Muhidin melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalsel Galuh Tantri Narindra mengatakan gerakan penanaman pohon harus terus diperluas agar upaya penghijauan berjalan berkelanjutan.
“Atas nama Pemprov Kalsel, kami mengucapkan terima kasih kepada BPKP atas pelaksanaan penanaman pohon ini sebagai bentuk komitmen nyata terhadap kelestarian lingkungan,” ujar Galuh.
Ia menilai keterlibatan lembaga, komunitas, hingga masyarakat sangat penting untuk mempercepat pemulihan lingkungan di Kalimantan Selatan.
Menurut Galuh, kondisi kerusakan hutan dan lahan di Banua masih cukup serius. Dari sekitar 500 ribu hektare lahan yang mengalami kerusakan, rehabilitasi yang berhasil dilakukan baru mencapai sekitar 100 ribu hektare.
“Kita tidak boleh menyerah. Penanaman pohon harus terus dilakukan karena ini menjadi sedekah bagi lingkungan dan kehidupan manusia,” katanya.
Galuh berharap gerakan tersebut mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk aktif menanam dan merawat pohon di lingkungan masing-masing.
Selain aksi penghijauan, Pemprov Kalsel juga menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat ulang tahun ke-43 kepada BPKP Perwakilan Kalsel.
Pemerintah daerah berharap BPKP terus menjadi mitra strategis dalam mengawal pembangunan dan tata kelola pemerintahan di Banua. (L212)

