LANGKAR.ID, BANJARMASIN – Penurunan debit air baku akibat musim kemarau berdampak pada layanan air bersih PAM Bandarmasih. Kapasitas produksi Instalasi Pengolahan Air (IPA) II Pramuka menurun sehingga distribusi air ke sebagian wilayah Banjarmasin Timur dan Banjarmasin Selatan belum berjalan maksimal.
Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi, mengatakan pihaknya saat ini mengandalkan tambahan pasokan air baku dari Sungai Tabuk untuk menjaga produksi. Namun, volume air yang diperoleh masih jauh di bawah kebutuhan.
“Dalam kondisi darurat kami mengambil air baku dari Sungai Tabuk. Namun kapasitas yang diperoleh belum sesuai target. Seharusnya bisa mencapai 5.800 meter kubik per jam, tetapi saat ini kami hanya mendapatkan sekitar separuhnya,” ujar Zulbadi, Minggu (12/7/2026).
Menurutnya, berkurangnya pasokan air baku tersebut berpengaruh langsung terhadap kapasitas produksi di IPA II Pramuka yang memasok kebutuhan air bersih bagi pelanggan di Banjarmasin Timur dan sebagian Banjarmasin Selatan.
Akibatnya, tekanan air yang disalurkan ke pelanggan ikut menurun sehingga distribusi belum dapat menjangkau seluruh wilayah secara optimal.
“Harusnya kami bisa mendistribusikan air ke semua wilayah sehingga masyarakat dapat memanfaatkannya dengan lancar seperti biasa. Tetapi karena debit air baku turun, kapasitas produksi ikut berkurang,” katanya.
Zulbadi menjelaskan, musim kemarau menyebabkan muka air sungai terus mengalami penyusutan. Bahkan, aliran sungai di kawasan Pematang dilaporkan mengering sehingga pasokan air baku menuju instalasi pengolahan ikut berkurang.
“Kami belum mengetahui secara pasti penyebabnya. Namun diperkirakan di bagian hulu ada pembagian air untuk kebutuhan pertanian maupun perikanan sehingga kuantitas air baku yang masuk ke kami berkurang,” ujarnya.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, PAM Bandarmasih terus memaksimalkan pemanfaatan air baku dari Sungai Tabuk sambil memantau perkembangan debit air setiap hari.
“Mulai tadi malam sudah ada sedikit peningkatan debit dari Sungai Tabuk. Namun kondisinya masih belum mencapai target sehingga tekanan air yang kami harapkan juga belum bisa maksimal,” tambahnya.
PAM Bandarmasih mengimbau pelanggan, khususnya di wilayah yang terdampak, agar menggunakan air secara bijak hingga kondisi debit air baku kembali normal. (L212)

