BerandaAdvertorialWaspada Zoonosis, Pemprov Kalsel Siapkan Respons Cepat Lintas Sektor

Waspada Zoonosis, Pemprov Kalsel Siapkan Respons Cepat Lintas Sektor

LANGKAR.ID,BANJARBARU – Penyakit yang bisa menular dari hewan ke manusia tak mengenal batas sektor maupun wilayah. Karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) memperkuat koordinasi agar ancaman zoonosis dan Penyakit Infeksi Baru (PIB) bisa dideteksi dan ditangani lebih cepat.

Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Tim Daerah Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Zoonosis dan Penyakit Infeksi Baru (PIB) Provinsi Kalsel yang melibatkan perangkat daerah dan berbagai instansi terkait di Banjarbaru, Rabu (2/9/2026).

Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel yang diwakili Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Galuh Tantri Narindra, mengatakan zoonosis bukan hanya persoalan kesehatan. Jika wabah muncul, dampaknya dapat merembet ke peternakan, pertanian, keamanan pangan, perekonomian, pariwisata hingga kelestarian satwa.

“Penyakit zoonosis adalah penyakit yang dapat ditularkan antara hewan dan manusia. Jika terjadi wabah, dampaknya tidak hanya pada kesehatan masyarakat, tetapi juga dapat meluas ke sektor peternakan, pertanian, keamanan pangan, perekonomian, pariwisata, hingga kelestarian satwa,” ujar Galuh Tantri.

H5N1 hingga Penyakit Infeksi Baru Jadi Perhatian

Pemprov Kalsel meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit zoonosis, termasuk flu burung H5N1 dan penyakit infeksi baru. Galuh Tantri mengatakan ancaman tersebut dapat berkembang cepat dan menyebar melewati batas wilayah.

Karena itu, pemerintah membutuhkan sistem kesiapsiagaan yang terintegrasi dan bisa bergerak cepat ketika menemukan potensi wabah.

“Karena itu, kewaspadaan terhadap flu burung H5N1 dan penyakit infeksi baru menjadi perhatian kita bersama. Ancaman ini bergerak cepat dan melintasi batas-batas wilayah, sehingga penanganannya menuntut kesiapsiagaan yang tertata dan berkelanjutan,” katanya.

Galuh Tantri menambahkan, Pemprov Kalsel menempatkan pencegahan dan pengendalian zoonosis sebagai bagian dari perlindungan masyarakat. Kebijakan tersebut juga mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 30 Tahun 2011 tentang Pengendalian Zoonosis.

Siapkan Tim hingga SOP Investigasi Wabah

Rapat koordinasi tidak hanya membahas potensi ancaman, tetapi juga menghasilkan sejumlah perangkat kerja untuk memperkuat respons di lapangan.

Pemprov Kalsel memantapkan rancangan Keputusan Gubernur tentang pembentukan Tim Koordinasi Daerah (Tikorda) Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis dan Penyakit Infeksi Baru.

Selain itu, peserta rapat membahas penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) investigasi bersama wabah atau Joint Outbreak Investigation serta rencana tindak lanjut yang akan dijalankan setiap sektor.

“Tiga dokumen inilah yang saya harapkan lahir dari pertemuan hari ini. Ketiganya akan menjadi pegangan kerja bersama, mulai dari siapa melakukan apa, kapan notifikasi disampaikan, bagaimana investigasi dilakukan secara terpadu, hingga melalui jalur mana informasi dibagikan,” jelasnya.

Tiga Hal Jadi Kunci

Galuh Tantri menekankan tiga hal penting dalam membangun sistem koordinasi tersebut.

Pertama, struktur dan keanggotaan Tikorda harus sesuai kewenangan masing-masing instansi. Setiap anggota harus memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas.

Kedua, pemerintah perlu menyederhanakan mekanisme notifikasi dan pertukaran informasi antara sektor kesehatan manusia, kesehatan hewan, serta konservasi satwa liar. Mekanisme tersebut harus mudah diterapkan dan memungkinkan petugas bertindak cepat.

“Ketiga, rencana tindak lanjut harus dilengkapi dengan penanggung jawab dan tenggat waktu. Dengan demikian, hasil rapat ini tidak berhenti pada kesepakatan, tetapi dapat dipantau progres dan pelaksanaannya,” tegasnya.

Pemprov Kalsel berharap penguatan koordinasi ini membuat seluruh sektor memiliki pola kerja yang sama dalam mendeteksi, mencegah, dan merespons zoonosis maupun penyakit infeksi baru.

Kolaborasi lintas sektor menjadi penting karena pengendalian zoonosis melibatkan banyak bidang, mulai dari kesehatan manusia, kesehatan hewan, lingkungan, konservasi satwa liar, keamanan pangan hingga sektor lainnya.

Dengan koordinasi yang lebih solid, pemerintah berharap potensi wabah dapat terdeteksi sejak dini dan dampaknya terhadap masyarakat bisa ditekan. (L212)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

BACA JUGA