LANGKAR.ID ,AMUNTAI – Tumpukan sampah plastik yang terus meningkat menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk Anggota DPRD Kalimantan Selatan, Dewi Raisha Aprillia. Politisi Fraksi Golkar itu mengajak masyarakat mulai mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai dan beralih ke besek sebagai wadah yang lebih ramah lingkungan.
Ajakan tersebut disampaikan Dewi Raisha saat melaksanakan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) di Desa Bararawa, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Jumat (5/6/2026).
Selain menyosialisasikan produk hukum daerah, kegiatan itu juga dimanfaatkan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan.
Menurut Raisha, penggunaan besek dapat menjadi langkah sederhana namun efektif untuk mengurangi volume sampah yang selama ini banyak berasal dari kemasan sekali pakai.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk mulai mengurangi penggunaan kemasan yang berpotensi menjadi sampah. Besek dapat menjadi alternatif yang lebih bijak karena bisa digunakan kembali dan membantu mengurangi pencemaran lingkungan,” ujarnya.
Raisha menjelaskan, upaya tersebut sejalan dengan semangat Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa yang mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Menurutnya, perubahan kebiasaan sehari-hari menjadi salah satu kunci dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, termasuk dengan memilih wadah yang dapat digunakan berulang kali.
Selain lebih ramah lingkungan, besek juga memiliki nilai guna yang lebih panjang karena dapat dimanfaatkan kembali untuk berbagai keperluan rumah tangga.
Dengan penggunaan yang berulang, masyarakat tidak hanya membantu mengurangi sampah, tetapi juga menerapkan pola hidup yang lebih hemat dan berkelanjutan.
Raisha berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengurangan sampah terus meningkat dan penggunaan wadah ramah lingkungan dapat menjadi kebiasaan baru dalam berbagai kegiatan sosial maupun keluarga.
“Jika dimulai dari hal-hal sederhana, dampaknya akan sangat besar bagi lingkungan. Kita ingin desa-desa di Kalimantan Selatan menjadi lebih bersih, sehat, dan berdaya sesuai semangat pembangunan berkelanjutan,” katanya.
Melalui edukasi yang terus dilakukan, ia optimistis masyarakat akan semakin memahami pentingnya menjaga lingkungan demi kualitas hidup yang lebih baik bagi generasi mendatang. (L212)

